
TEMBUS BROMO: Pandam V/Brawijaya Mayjend TNI I Made Sukadana (paling depan) tiba di Laut Pasir Gunung Bromo dalam event trail memperingati HUT Kostrad, Minggu (19/3)
JawaPos.com - Keelokan rute menuju Gunung Bromo melalui jalur Malang, rupanya membuat Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana berdecak kagum. ‘’Rute dan pemandangan luar biasa,’’ katanya sesampainya di lautan Pasir Bromo, di wilayah Kabupaten Malang, Minggu (19/3).
Bersama 250 anggota komunitas trail Malang, Pangdam menyusuri jalur adventure menuju Bromo. Mengambil start pukul 06.00 dari Bundaran Tugu, Kota Malang. Lalu Pangdam dengan menggunakan motor trail Husqvarna 250 CC, menyusuri Tumpang, Gubugklakah, Ngadas dan berakhir di bukit New Teletabis yang masih masuk wilayah Kabupaten Malang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS).
Touring Adventure motortrail rute Malang – Bromo ini digelar dalam rangka HUT Kostrad ke-56. ‘’Saya melihat pemandangan rute di sini cukup menantang. Infrastrukturnya juga cukup bagus,’’ kata Pangdam.
Rombongan touring ini menempuh jarak sekitar 70 kilometer. Rute yang dilewati, yakni dari Stasiun Kotabaru, Tumpang, Gubugklakah, Ngadas. Selanjutnya, memasuki daerah Jemplang sebelum Gunung Bromo dan beristirahat di Lautan Pasir yang masih kawasan Kabupaten Malang.
Salah satu check point untuk peserta dilakukan di Gunungsari Sunset (GSS), Gubugklakah Kecamatan Poncokusumo. Lokasi ini memang disiapkan menjadi rest area bagi pengunjung yang hendak ke Bromo dari Malang.
Sebelum melanjutkan perjalanan, Pangdam menyempatkan diri melakukan penanaman pohon.’’Tempat ini baru kami buka 26 Desember 2016, bisa dikunjungi Pangdam merupakan suatu kehormatan bagi kami,” terang Administratur (Adm) Perhutani KPH Malang Arif Herlambang.
Made Sukadana menam bahkan, aksi tanam pohon pun dilakukan untuk menunjukkan komitmen cinta alam. Penghijauan tersebut disertai pemberian tanda peringa tan sepeda motor dilarang melintas agar pohon bisa tumbuh sampai be sar. ”Sebab, jika hanya ditanam, tidak bisa tumbuh. Jadi, jangan di lintasi bila sudah ada tanda larangan,” lanjut perwira tinggi asal Bali ini.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah perwira menengah juga ikut touring adventure. Di antaranya, Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Arm Budi Eko Mulyono, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Aprianko Suseno, dan Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Arm Muridan.
Kekaguman Pangdam pada rute Malang menuju Bromo memang sudah banyak diakui para wisatawan. Suasana yang masih alami. Menembus hutan pinus dan tebing-tebing yang curam serta pemandangan puncak Semeru di sisi kanan, merupakan pemandangan yang sangat memanjakan wisatawan.
Selain menggunakan Mobil Jeep, dan kuda, petualangan ke Bromo dari Malang dengan mengendarai motortrail merupakan pengalaman yang kalah serunya. Jalan berkelok-kelok menanjak tajam. Kiri kanan tebing yang dalam dengan pepohonan pinus.
Untuk menuju Bromo, perjalanan dimulai dari Desa Ngadas, desa yang berada di ketinggian 2.100 mdpl ini masuk ke wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Desa Ngadas merupakan desa dengan penduduk asli Tengger. Desa ini juga merupakan satu-satunya desa yang ada di dalam di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru.
Dari desa ini, perjalanan lanjut ke arah timur sampai ke pertigaan Jampang. Pertigaan ini merupakan rute persimpangan. Bila terus akan menuju ke lautan pasir Bromo. Sedangkan bila ke kanan akan ke Ranu Pane dan seterusnya menuju puncak Semeru.
Dari persimpangan Jampang, jalan menurun sepanjang lembah savana Bromo. Kualitas jalan berupa jalan cor sepanjang 3 km. Setelah mencapai dasar lembah, jalan sudah berupa pasir padat. Dari sini akan bukit new teletabis sudah terlihat dari kejauhan. Untuk roda empat biasanya memilih jalur yang sudah ada. Namun untuk sepeda motor seperti Motor trail, bisa lebih bebas. Bahkan pengunjung juga ada yang berani melintasi padang pasir Bromo menggunakan motor matic.
Dari lembah teletabis ini, memang belum terlihat puncak Bromo. Karena masih terhalang bukit. Bila akan menuju ke Bromo, maka wisatawan perlu menempuh perjalanan lagi dan melewati lautan pasir Bromo sekitar 30 menit.(*/mik/JPG)

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
