
Photo
JawaPos.com – Nongkrong di kafe menjadi salah satu gaya hidup, terutama untuk anak muda. Banyak tujuan ’’terselubung’’ dalam aktivitas tersebut. Mulai mengisi perut sampai eksis dengan foto makanan berlatar belakang menarik.
Membuat makanan sebagai objek foto menjadi aktivitas yang kerap dilakukan sebelum menyantapnya. Hal itu dilakukan oleh food blogger Merlianny Effendi.
Meski tak ada tahapan khusus saat memfoto makanan, Merli mengaku refleks kalau melihat penampakan makanan yang cantik. ’’Kalau aku lagi makan di luar, sebelum disantap, otomatis difoto. Efek asap yang masih mengepul adalah momen yang harus ditangkap,’’ ujarnya.
Untuk mendapatkan gambar makanan yang cantik, perempuan 24 tahun itu meminta rekomendasi pemilik kafe. Selain itu, dia memilih tempat makan atau kafe dengan konsep dan interior yang unik. Dalam satu sesi foto makanan, Merli bisa menghabiskan 15–20 menit. Risikonya, saat dimakan, makanan terkadang sudah dingin.
Sebagai food blogger, Merli punya trik untuk menjadikan foto yang di-upload selalu tampak cantik. Hal yang harus dilakukan adalah mencari angle supaya makanan terlihat nikmat. Misalnya, kalau memotret makanan yang masih panas, sertakan kepulan asapnya. Kalau memotret dessert seperti puding, bidik gambar detail dari lelehan cokelat atau sausnya.
Kemudian, makanan ditata agar rapi. Pastikan sebelum memotret, makanan tidak amburadul ataupun tumpang-tindih. Letakkan bagian penting makanan yang ingin ditonjolkan ke depan kamera. Jangan sampai ada sedikit makanan yang tumpah atau terselip di luar piring.
Menangkap banyaknya permintaan pasar akan kriteria kafe yang cozy plus instagramable, Herman Sudarsono dan tiga rekannya membangun tempat makan dengan konsep recycle dan eco-green. Desain eco-green menggunakan materi yang didaur ulang menjadi bagian-bagian interior. Misalnya, dekorasi street art. Salah seorang pemilik Cafe Soiree tersebut merakit botol-botol bekas menjadi media tanam yang digantung di pagar kafe.
Di detail tembok atas tergantung kayu bekas wadah telur yang disusun menjadi pot. Penampilan kafe menjadi unik ketika si pemilik menaruh bekas pagar rumah yang dicat dan dijadikan lukisan 3D. ’’Sekarang kan zamannya anak muda ngafe sambil foto-foto. Nah, kami sebisa mungkin menyajikan makanan yang enak plus spot foto apik,’’ jelasnya ketika ditemui Selasa (31/1).
Desain interior bisa memengaruhi selera makan pengunjung. Biasanya, kafe memilih warna-warna merah hingga kekuningan yang dipercaya bisa menggugah selera makan. Hal tersebut juga dilakukan oleh Herman. Warna-warna itu dipadukan dengan warna hangat lain seperti hijau, cokelat, dan tosca. ’’Interior kafe memegang peranan penting, di samping menu makanannya,’’ paparnya. (esa/c19/jan/sep/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
