Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Februari 2026 | 00.16 WIB

4 PO Bus Andalan Perjalanan Makassar–Parepare, Dipilih Karena Alasan Berikut Ini

Armada bus PO Neo Trans. (Redbus). - Image

Armada bus PO Neo Trans. (Redbus).

JawaPos.com - Rute darat Makassar–Parepare bukan sekadar jalur penghubung dua kota di Sulawesi Selatan. Di jalur sepanjang kurang lebih 150 kilometer ini, mobilitas ekonomi, pendidikan, hingga aktivitas sosial bergerak hampir tanpa jeda.

Tak heran jika perjalanan Makassar–Parepare selalu ramai, terutama melalui moda bus antarkota.

Makassar, sebagai kota metropolitan dan pusat aktivitas kawasan timur Indonesia, menjadi titik berangkat utama. Sementara Parepare, meski berukuran lebih kecil, memegang peran strategis sebagai kota pelabuhan, simpul transit, dan pusat perdagangan wilayah Ajatappareng.

Keduanya dihubungkan oleh jalan Trans-Sulawesi yang relatif lancar, dengan waktu tempuh rata-rata 3–4 jam.

Di tengah banyaknya pilihan transportasi, hanya beberapa PO bus yang konsisten dipilih penumpang. Bukan tanpa alasan, mulai dari ketepatan jadwal, kenyamanan armada, hingga rute yang efisien. Berikut empat PO bus andalan yang paling sering jadi pilihan perjalanan Makassar–Parepare.

1. DAMRI, Favorit Penumpang karena Tarif Paling Bersahabat

Bagi banyak penumpang, DAMRI adalah pilihan paling rasional. Tarifnya yang terjangkau membuat bus ini jadi andalan mahasiswa, pekerja, hingga warga yang rutin pulang-pergi antarkota.

DAMRI melayani rute dari Agen DAMRI Toddopuli Makassar menuju Agen DAMRI Parepare Mallusetasi dengan harga sekitar Rp 75 ribu. Jadwal keberangkatan relatif konsisten, sehingga mudah direncanakan jauh hari. Meski tidak menawarkan fasilitas mewah, DAMRI unggul dalam aspek keterjangkauan dan kepastian layanan.

2. PO Litha & Co, Dipilih karena Kenyamanan dan Reputasi Panjang

Nama PO Litha & Co sudah lama melekat di dunia transportasi Sulawesi Selatan. Untuk rute Makassar–Parepare, bus ini berangkat dari Terminal Regional Daya Makassar dan melintasi kawasan Lumpue serta sekitarnya.

Dengan harga tiket sekitar Rp 220 ribu, Litha menyasar penumpang yang mengutamakan kenyamanan. Armada busnya dikenal luas, bersih, dan cocok untuk perjalanan tanpa banyak gangguan. Reputasi panjang dan pengalaman operator juga menjadi alasan utama mengapa bus ini tetap diminati hingga kini.

3. PO Neo Trans, Alternatif Andal dengan Rute Lebih Variatif

Neo Trans menjadi pilihan menarik bagi penumpang yang ingin variasi rute. Bus ini melayani perjalanan Makassar–Parepare melalui daerah Wajo dan Ujung Bulu, jalur yang relatif lebih tenang dibandingkan jalur utama tertentu.

Tarif sekitar Rp 155 ribu menempatkan Neo Trans di kelas menengah—tidak semurah DAMRI, namun masih lebih terjangkau dibandingkan bus premium. Kombinasi harga, kenyamanan, dan rute alternatif membuat PO ini cukup diminati, terutama oleh penumpang reguler.

4. PO Borlindo, Konsisten dan Minim Transit

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore