
Naka Cave, batu bersisik dari Thailand.(thainews.prd.go.th)
JawaPos.com - Di kawasan Phu Langka National Park, Provinsi Bueng Kan, Thailand, terdapat sebuah gua yang memikat perhatian dunia karena keunikan formasi batunya. Naka Cave, begitu namanya, menyimpan fenomena alam yang menyerupai sisik ular raksasa, lengkap dengan lekukan tubuh dan kepala yang tampak seperti ular jenis python. Tak heran jika masyarakat lokal menyebutnya sebagai “Naga Tidur” dan mengaitkannya dengan legenda kuno yang telah diwariskan turun-temurun.
Formasi batuan di Naka Cave bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat makna spiritual. Dalam kepercayaan masyarakat Thailand, batu bersisik tersebut diyakini sebagai jelmaan Phaya Naga, ia adalah makhluk mitologi berbentuk ular raksasa yang dipercaya menghuni sungai dan gua. Phaya Naga dianggap sebagai penjaga spiritual yang membawa keberuntungan dan perlindungan, terutama dalam tradisi Buddha dan budaya lokal.
Menurut situs The Archaeologist, bagian dalam gua memiliki batuan besar yang menyerupai kepala ular, sementara sisanya tampak seperti tubuh yang melingkar dengan tekstur bersisik. “Batu ini terlihat sangat nyata, seperti ular yang sedang tidur,” ujar seorang pengunjung yang dikutip dalam artikel tersebut. Banyak wisatawan mengaku merasakan aura mistis saat menyusuri lorong-lorong gua yang tenang dan sejuk.
Sementara itu, dari sisi ilmiah, para ahli geologi menjelaskan bahwa tekstur bersisik pada batu kemungkinan besar terbentuk akibat proses pelapukan dan erosi selama ribuan tahun. Meski demikian, bentuknya yang terlalu mirip dengan sisik ular membuat banyak orang tetap percaya bahwa ada unsur gaib di baliknya. Situs JTG Travel menyebutkan bahwa “formasi batuan ini terbentuk secara alami, namun mitos naga tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari daya tariknya.”
Lokasi Naka Cave sendiri cukup menantang untuk dijangkau. Pengunjung harus melewati jalur pendakian yang curam dan berbatu, namun pemandangan alam dan atmosfer spiritual yang ditawarkan membuat perjalanan terasa sepadan. Banyak yang menyebut pengalaman ini sebagai “ziarah alam” yang menyentuh hati dan membuka wawasan tentang hubungan manusia dengan alam.
Fenomena batu bersisik di Naka Cave juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata Thailand. Pemerintah setempat mulai mengembangkan fasilitas wisata di sekitar gua, termasuk jalur pendakian yang lebih aman dan pusat informasi budaya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian situs sekaligus memberikan edukasi kepada pengunjung tentang nilai sejarah dan spiritual yang terkandung di dalamnya.
Setiap tahun, masyarakat lokal mengadakan ritual penghormatan kepada Phaya Naga, dengan harapan mendapatkan berkah dan perlindungan. Ritual ini biasanya diiringi dengan tarian tradisional, persembahan bunga, dan dupa. Tradisi ini memperkuat ikatan antara masyarakat dan legenda yang hidup di sekitar Naka Cave.
Bagi wisatawan yang tertarik dengan perpaduan antara alam dan mitologi, Naka Cave adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Di sana, batu bersisik ular bukan hanya objek wisata, tetapi juga simbol dari hubungan manusia dengan alam dan kepercayaan yang telah hidup selama berabad-abad. Seperti yang ditulis JTG Travel, “Naka Cave memikat pengunjung dengan formasi batuan yang menyerupai ular, dan mitos naga menjadi bagian tak terpisahkan dari daya tariknya.”
Dengan keindahan alam, kekayaan budaya, dan kisah spiritual yang menyentuh, Naka Cave menjadi bukti bahwa legenda dan geologi bisa berpadu dalam harmoni. Batu bersisik ular di Thailand bukan hanya fenomena alam, tetapi juga cerminan dari warisan cerita rakyat yang terus hidup dalam hati masyarakat. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
