
Kuil Karni Mata, rumah bagi para tikus yang dianggap sebagai reinkarnasi manusia terdahulu. (Trapidvisor)
JawaPos.com - Di tengah gurun pasir India bagian barat, berdiri sebuah kuil yang tak biasa. Karni Mata Temple, atau yang dikenal sebagai “Kuil Tikus”, menjadi rumah bagi lebih dari 25.000 ekor tikus yang dianggap suci oleh para pemeluk Hindu.
Tikus-tikus ini bukan hama, melainkan makhluk yang diyakini sebagai reinkarnasi dari keluarga dan pengikut Karni Mata, seorang tokoh spiritual yang dianggap sebagai inkarnasi Dewi Durga.
Legenda lokal menyebutkan bahwa Karni Mata pernah memohon kepada Yama, dewa kematian, untuk menghidupkan kembali anak tirinya yang tenggelam.
Yama akhirnya mengabulkan permintaan tersebut dengan syarat bahwa jiwa anaknya dan para pengikut Karni Mata akan bereinkarnasi sebagai tikus.
“Di mana aku tinggal, mereka akan tinggal. Ketika mereka mati, mereka akan kembali padaku,” ujar Karni Mata dalam kisah yang diyakini masyarakat setempat.
Tikus-tikus yang menghuni kuil ini disebut kabbas, dan mereka bebas berkeliaran di seluruh area kuil, termasuk di atas lantai marmer dan di antara sesajen yang disiapkan oleh para peziarah.
Melihat tikus putih di antara ribuan tikus hitam dianggap sebagai pertanda keberuntungan.
“Tikus-tikus ini bukan hanya simbol spiritual, mereka adalah bagian dari keluarga kami,” ujar seorang penjaga kuil seperti dikutip dari Times of India.
Melansir urbanjaipur.com, kuil Karni Mata pertama kali dibangun pada abad ke-15 dan diperluas pada awal 1900-an oleh Maharaja Ganga Singh dari Bikaner. Arsitekturnya memukau, dengan gerbang perak, ukiran marmer yang rumit, dan menara tinggi yang menjulang ke langit.
Selain sebagai tempat ibadah, kuil ini juga menjadi destinasi wisata spiritual yang menarik perhatian pelancong dari berbagai negara.
Setiap hari, ribuan peziarah datang membawa makanan seperti kheer (bubur susu) dan manisan untuk diberikan kepada tikus-tikus suci. Menyakiti tikus di kuil ini dianggap sebagai pelanggaran berat.
Jika ada yang secara tidak sengaja membunuh seekor tikus, mereka diwajibkan menggantinya dengan patung tikus dari emas atau perak sebagai bentuk penebusan.
Karni Mata Temple bukan hanya tempat ibadah, tapi juga simbol dari keyakinan yang melampaui batas logika. Di tempat ini, spiritualitas dan kepercayaan hidup berdampingan dengan makhluk kecil yang biasanya dihindari. Sebuah pengingat bahwa makna kesucian bisa hadir dalam bentuk yang paling tak terduga. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
