
Keindahan alam Wakatobi, Indonesia yang diakui oleh dunia (Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
JawaPos.com - Kekayaan bawah laut Wakatobi di Sulawesi Tenggara sudah lama menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Tak hanya menawarkan keindahan terumbu karang dan biota laut, kawasan ini juga menyimpan daya tarik budaya hingga wisata bahari yang mendunia.
Wakatobi merupakan kawasan perairan luas yang terdiri dari empat pulau utama, yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Nama “Wakatobi” sendiri merupakan akronim dari keempat pulau tersebut.
"Dengan luas wilayah mencapai 1,39 juta hektare, kawasan perairan Wakatobi mempunyai setidaknya 750 dari total 850 spesies koral dunia dan menjadikannya sebagai surga terumbu karang," dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pesona Wisata Bahari
Beragam aktivitas seru bisa dilakukan di Wakatobi. Mulai dari free diving, snorkeling, scuba diving, hingga sekadar berlayar menikmati panorama laut. Setiap kegiatan menghadirkan kesempatan untuk menyaksikan langsung kekayaan bawah laut berupa terumbu karang berwarna-warni, ikan tropis, hingga penyu laut.
Terdapat lebih dari 942 spesies ikan dan 750 spesies karang tercatat hidup di Wakatobi. Tak heran jika kawasan ini menjadi salah satu pusat biodiversitas laut terbesar di dunia. Bahkan, penyelam legendaris Jacques Cousteau pernah menyebut Wakatobi sebagai salah satu lokasi menyelam terindah di dunia, yang ia juluki sebagai "nirwana bawah laut."
Kemenparekraf menyebutkan, kawasan ini juga menjadi rumah bagi berbagai fauna lain, seperti burung laut, angsa batu cokelat, cerek melayu, hingga raja udang erasia. Selain itu, tiga spesies penyu dunia banyak ditemukan di perairan Wakatobi, yakni penyu sisik, penyu tempayan, dan penyu lekang.
Keunikan ini membuat Wakatobi mendapat pengakuan internasional. Pada 2012, UNESCO menetapkan Wakatobi sebagai salah satu kawasan cagar biosfer dunia, menegaskan statusnya sebagai destinasi wisata alam yang istimewa.
Dengan perairan yang jernih, ragam biota laut yang menakjubkan, serta lanskap bawah laut berupa tebing, punggung karang, dan dinding laut yang spektakuler, Wakatobi menjadi destinasi impian para pecinta diving dan snorkeling.
Suku Bajo, Penjaga Lautan
Selain kekayaan bawah laut, daya tarik budaya juga tak kalah memikat. Di Pulau Wangi-Wangi, tepatnya di Desa Mola, terdapat komunitas Suku Bajo. Masyarakat Bajo dikenal sebagai keturunan "pengembara laut" atau sea gypsies yang sejak kecil dibiasakan hidup berdampingan dengan lautan.
Kemampuan mereka sangat luar biasa. Orang Bajo terbiasa berjalan di dasar laut, mampu menyelam hingga kedalaman 25-50 meter tanpa bantuan tabung oksigen, bahkan ada yang bisa bertahan berbulan-bulan di laut tanpa perbekalan modern. Dahulu, mereka hidup di perahu kayu bernama soppeks, sebelum akhirnya menetap di rumah panggung di atas laut seperti sekarang.
Wisatawan bisa mengunjungi permukiman Suku Bajo dengan ditemani pemandu lokal untuk menyaksikan langsung kehidupan sehari-hari mereka yang masih erat dengan laut.
Pulau Hoga: Keindahan yang Tenang
Tak jauh dari sana, terdapat Pulau Hoga yang menjadi surga ketenangan. Dilansir dari laman Beauty of Indonesia, pulau ini dikelilingi pasir putih lembut dan perairan yang jernih. Pulau ini terkenal belum terjamah polusi dan minim teknologi, bahkan sinyal internet sangat terbatas. Justru hal ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin kembali menyatu dengan alam.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
