
Salah satu ruangan di Rumah Abu Han, Jalan Karet Nomor 72 Surabaya. (Istimewa).
JawaPos.com - Surabaya, selain dikenal dengan kota pahlawannya, juga menyimpan sisi sejarah yang kaya, salah satunya ada di Kampung Pecinan. Terletak di kawasan Kembang Jepun, Kampung Pecinan Surabaya memancarkan pesona budaya Tionghoa yang masih terasa hingga sekarang.
Mulai dari kuliner khas hingga situs bersejarah, berikut 6 tempat menarik yang wajib kamu kunjungi saat menjelajahi Kampung Pecinan Surabaya.
1. Kya-Kya Kembang Jepun: Pusat Kuliner dan Suasana Chinatown
Kya-Kya Kembang Jepun adalah tempat yang tepat untuk merasakan suasana Chinatown di Surabaya. Setiap malam, kawasan ini berubah menjadi pusat kuliner yang menyajikan beragam hidangan Tionghoa. Dengan lampion-lampion yang menghiasi jalan dan aroma makanan yang menggoda, Kya-Kya memberikan pengalaman makan yang unik di tengah atmosfer khas Tionghoa. Jangan lupa untuk mencicipi jajanan pasar yang ada di sini, yang merupakan salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.
2. Klenteng Hok An Kiong: Sejarah dan Spiritualitas Tionghoa
Klenteng Hok An Kiong adalah salah satu tempat ibadah Tionghoa yang berusia ratusan tahun dan masih aktif hingga sekarang. Dikenal sebagai salah satu klenteng tertua di Surabaya, klenteng ini tak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga tempat yang menyimpan banyak sejarah tentang komunitas Tionghoa di Surabaya. Arsitektur klenteng yang kaya dengan ornamen tradisional sangat memikat para wisatawan yang datang.
3. Pasar Bong: Surga Belanja Khas Tionghoa
Jika kamu ingin merasakan pengalaman berbelanja yang berbeda, datanglah ke Pasar Bong. Pasar tradisional ini menawarkan berbagai barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari rempah-rempah khas Tionghoa hingga makanan kering yang sering digunakan dalam masakan Tionghoa. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai peralatan masak yang sudah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner Tionghoa.
4. Rumah Abu The & Rumah Abu Han: Wisata Sejarah Keluarga Tionghoa
Rumah Abu The dan Rumah Abu Han adalah dua bangunan bersejarah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan abu jenazah keluarga Tionghoa. Tempat ini menyimpan banyak cerita tentang tradisi dan adat keluarga Tionghoa di Surabaya. Arsitektur rumahnya yang khas mencerminkan budaya yang kuat dan keteguhan dalam menjaga warisan leluhur.
5. Klenteng Boen Bio: Rumah Ibadah yang Memikat Wisatawan
Klenteng Boen Bio adalah klenteng yang sangat penting bagi umat Buddha di Surabaya. Tempat ibadah ini sering dikunjungi oleh wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang budaya dan agama Tionghoa. Dengan arsitektur yang memukau dan suasana yang tenang, klenteng ini menawarkan pengalaman spiritual yang khas.
6. Wisata Kampung Pecinan Kapasan Dalam (WKP Kadal): Menelusuri Kehidupan Sehari-Hari Tionghoa
Kampung Pecinan Kapasan Dalam (WKP Kadal) menawarkan pengalaman unik untuk merasakan kehidupan sehari-hari komunitas Tionghoa di Surabaya. Kawasan ini masih mempertahankan banyak rumah tradisional dengan gaya arsitektur khas Tionghoa. Saat menjelajah gang-gang sempit di kawasan ini, kamu akan merasakan bagaimana hidup berdampingan dalam suasana yang penuh sejarah.
Kesimpulan

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
