
TERAWAT: Sebuah gerbong kereta api tempo doeloe ditempatkan di salah satu rel kawasan IRM Ambarawa. (ILHAM DWI WANCOKO/JAWA POS)
Selain di Ambarawa, ada sejumlah objek wisata bertema museum kereta api yang bisa dikunjungi para traveler. Semuanya memiliki daya tarik.
Bagi para traveler yang singgah di Jatim, destinasi yang bisa dituju adalah Stasiun Bondowoso. Stasiun yang disulap menjadi museum sejak 2016 itu menyimpan banyak benda perkeretaapian peninggalan zaman penjajahan Belanda. Mulai gentong untuk menyimpan hasil pertanian, alat-alat untuk memperbaiki kereta dan rel, sampai tiket dan koin Belanda.
Selain itu, museum tersebut memiliki satu spot yang cukup menarik. Namanya gerbong baca. Sesuai namanya, gerbong itu dikhususkan bagi pengunjung yang ingin berselancar dengan deretan literatur bersejarah.
Destinasi lain yang juga tak kalah menarik adalah Lawang Sewu. Bangunan cagar budaya tersebut menjadi salah satu saksi bisu perkembangan awal dunia kereta api di Indonesia.
Dulunya, bangunan itu menjadi kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Kantor tersebut dibangun bersamaan dengan dimulainya pembangunan rel kereta api pertama di Indonesia.
NISM selesai dibangun pada 1907, sedangkan rel kereta pertama sudah bisa digunakan pada 1873. ”Rel dibangun dari Semarang hingga Jogjakarta,” ujar Mochtar Ambon, pemandu wisata di Lawang Sewu.
DOKUMENTASI: Pigura-pigura yang tertata rapi ini diisi foto-foto tentang kondisi Stasiun Ambarawa di masa penjajahan Belanda. (ILHAM DWI WANCOKO/JAWA POS)
Bangunan tersebut sangat tinggi. Ada empat pintu di setiap ruangannya. Pintu-pintu itu menghubungkan satu ruangan ke ruangan lainnya. Masuk ke ruangan terasa lebih adem. Desain itu punya tujuan. Membuat sirkulasi udara berjalan lancar hingga ruangan terasa dingin. ”Karena sejak dulu Semarang dikenal memiliki suhu udaranya yang begitu panas,” paparnya.
Begitu pentingnya Lawang Sewu dalam sejarah kereta api di Indonesia, wajar PT KAI menyulapnya menjadi museum. Masyarakat bisa menikmati berbagai sejarah kereta api di Indonesia. Ada foto berbagai kereta, stasiun, dan di depan juga terdapat kereta api tempo dulu.
Satu lagi desain dari Lawang Sewu yang lebih fenomenal. Yakni, bunker atau basemen yang berfungsi untuk mengantisipasi banjir dan mendinginkan bangunan. ”Sebab, sejak dulu, problem utama Semarang adalah banjir,” terangnya. (idr/c7/ris)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
