Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 November 2023, 21.34 WIB

Fakta Menarik Gunung Api Purba Nglanggeran di Jogyakarta, Hanya Butuh Waktu 1 Jam untuk Sampai di Puncaknya

Panorama sunset di Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran Jogjakarta (GunungApiPurba.com/Ahmad Nashiruddin) - Image

Panorama sunset di Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran Jogjakarta (GunungApiPurba.com/Ahmad Nashiruddin)

JawaPos.com – Jogjakarta memang sudah terkenal akan keindahan alamnya mulai dari pantai, gunung, persawahan, air terjun hingga tempat-tempat alam lainnya.

Salah satu wisata yang menarik adalah Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran yang berada di Kabupaten Gunungkidul.

Dari puncak Gunung Api Nglanggeran akan terlihat bentangan alam yang luar biasa indah, yang dapat dinikmati pada pagi maupun malam hari.

Para pengunjung biasanya akan datang kesini saat menjelang matahari terbit dan saat matahari tenggelam.

Saat pagi atau siang hari pengunjung bisa menikmati panorama persawahan dan perbukitan yang hijau, sedangkan di malam hari pengunjung bisa melihat gemerlap lampu-lampu Kota Jogja dengan romantis.

Melansir dari laman gunungkidul.go.id, Gunung Api Purba Nglanggeran ini tidak sama seperti gunung-gunung lainnya, karena gunung tersebut memiliki fakta-fakta menarik yang bisa diteliti.

Terbentuk dari Gunung Api Dasar Laut

Menurut data penelitian, Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan gunung berapi aktif yang sudah ada sekitar 60 juta tahun yang lalu. Gunung ini terbentuk dari gunung api dasar laut yang terangkat dan kemudian menjadi daratan.

Gunung api purba adalah sebutan bagi gunung berapi yang dulunya aktif, namun sekarang sudah tidak aktif lagi atau telah mati karena proses geologi.

Gunung Nglanggeran ini memiliki ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, dengan luas kawasan pegunungan mencapai 48 hektar. Puncak gunung Nglanggeran diberi nama Gunung Gedhe.

Asal Usul Nama yang Konon Katanya Merupakan Desa yang Terhukum

Selain memiliki panorama alam yang menawan, Gunung Nglanggeran juga memiliki cerita rakyat yang berkembang di masyarakat.

Bukit Nglanggeran konon merupakan tempat menghukum warga desa yang ceroboh karena merusak wayang.

Nama Nglanggeran sendiri berasal dari kata nglanggar atau dalam bahasa indonesia melanggar.

Menurut cerita pada ratusan tahun yang lalu, penduduk desa sekitar mengundang seorang dalang untuk mengadakan pesta syukuran hasil panen.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore