
Photo
JUDUL berita yang diunggah blog Pikiran Rakyat Pangandaran tentang Mendikbud Nadiem Makarim benar-benar clickbait. Untuk menekan angka pengangguran, Nadiem disebut mendesak diberlakukannya program nikah masal bagi siswa SMK. Anehnya, ada saja netizen yang percaya dengan kabar pelintiran semacam itu.
”Sekolah mau di-online-kan selamanya. Sekarang anak baru lulus sekolah disuruh langsung segera nikah demi berantas pengangguran,” bunyi penggalan komentar yang ditulis pemilik akun Facebook Ga Tau pada 8 Juli 2020.
Akun tersebut jelas tidak membaca seluruh isi berita yang diunggah blog Pikiran Rakyat Pangandaran. Sebab, di dalamnya sama sekali tidak ada pernyataan resmi dari Nadiem tentang nikah masal siswa SMK. Sangat berbeda dengan judul yang digunakan.
Saat ditelusuri, isi berita itu mengutip pemberitaan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara yang berjudul Mendikbud: ”Pernikahan Masal” SMK dan Industri Saling Menguntungkan. Berita yang terbit pada 27 Juni 2020 itu menjelaskan, kata nikah masal itu tidak diartikan sebagai pernikahan antara lawan jenis. Tapi sinergi antara SMK dan industri.
”Esensi dari program ini, baik SMK maupun industri akan saling menguntungkan,” ujar Nadiem dalam sebuah webinar di Jakarta. Mantan CEO Gojek itu menjelaskan, ”pernikahan masal” antara SMK dan industri bukan sekadar kerja sama biasa. Melainkan kerja sama yang intens, mulai penyusunan kurikulum, pembelajaran, hingga praktik kerja industri yang dirancang secara bersama-sama. Anda bisa membacanya di bit.ly/ProgramKerjasama.
Portal jawapos.com juga memberitakan ide tentang sistem ”pernikahan masal” pendidikan vokasi dengan industri itu pada 27 Juni 2020. Nadiem mengharapkan kerja sama tersebut bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman atau MoU. Industri diharapkan turut mengambil peran, terlebih tentang kurikulum yang akan diajarkan kepada para murid.
Dari berita yang diunggah dua media kredibel dan arus utama itu, jelas yang dimaksud Nadiem dengan pernikahan masal bukan antara perempuan dan laki-laki. Melainkan sebuah program kerja sama antara sekolah kejuruan dan dunia industri. Anda dapat membaca beritanya di bit.ly/ProgramSMKIndustri.
---
FAKTA
Informasi yang menyebut Mendikbud Nadiem Makarim meminta siswa SMK menikah secara masal adalah menyesatkan. Nikah masal yang dimaksud adalah kerja sama antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan dunia industri.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=mjzU4bBqCjs
https://www.youtube.com/watch?v=9udImu5go4Q
https://www.youtube.com/watch?v=tnYBd3revvo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
