
hoax salawat
JawaPos.com - Momen peringatan Maulid Nabi juga dimanfaatkan pembuat hoax untuk menyebar kabar palsu. Salah satunya berbentuk video dengan watermark ’’Rusia Bersholawat”. Jawa Pos menemukan bahwa video tersebut di-posting pemilik akun Facebook Muhammad Nur (bit.ly/RusiaBersholawat) kemarin (11/11).
Dalam video berdurasi 30 detik itu, tampak kelompok besar paduan suara yang melantunkan salawat. Ada perempuan yang mengenakan hijab, ada pula yang tidak. Di tengah panggung juga tampak sajian tari sufi.
Penelusuran dengan situs TinEye.com mengarahkan pada unggahan kanal YouTube milik Utusan Online. Judulnya Kehebatan Sharifah Khasif. Video yang berdurasi 6 menit 28 detik itu juga diberi keterangan bahwa acara tersebut berlangsung di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina.
Video yang diunggah pada 26 Maret 2018 itu memperlihatkan qariahdengan nama lengkap Sharifah Khasif Fadzilah Syed Mohd Badiuzzaman Al Yahya. Dia melantunkan salawat nabi di hadapan sekitar 10 ribu orang dengan diiringi dua penari sufi dari Turki dan sekumpulan penyanyi latar. Anda dapat melihatnya di bawah ini.
https://youtu.be/X7lKWPaguu4

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
