Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Juli 2022 | 12.48 WIB

Mobil Terbakar karena Percikan Api, Bukan Akibat Aplikasi

Photo - Image

Photo

PENGISIAN BBM dan pembayaran menggunakan aplikasi masih saja dibuntuti informasi menyesatkan. Salah satunya kabar mobil yang terbakar di area SPBU disebabkan pembayaran menggunakan aplikasi.

”Peraturan baru pengisian BBM menggunakan aplikasi. Kejadian tadi sore di desa wero Gombong,” bunyi keterangan video yang memperlihatkan sebuah kendaraan roda empat terbakar. Video itu lantas diunggah akun Facebook Tri Buana Tunggal Dewi kemarin (10/7).

”CEBONG TERIAK2 NYINYIRIN PERUBAHAN NAMA JLN. YANG TIDAK BERDAPAK KORBAN MATETI DAN JIWA. NICH KLW SEPERYI INI CEBONG GIMANA ?,” tulis akun tersebut mengomentari video mobil terbakar di SPBU (bit.ly/MenggunakanAplikasi).

Video pendek itu memang memperlihatkan kendaraan terbakar pada bagian dalam. Penanganan juga sempat dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun gagal dan api tetap berkobar.

Berdasar penelusuran, lokasi kejadian memang SPBU Wero, Kecamatan Gombong. Insiden itu terjadi pada 7 Juli 2022, bukan kemarin (10/7) sore. Video serupa diunggah kanal YouTube Pikiran Rakyat pada 9 Juli 2022. Soal penyebab, tak ada yang menyebutkan karena pembayaran menggunakan aplikasi. Anda dapat membacanya di bit.ly/BukanKarenaAplikasi.

Sementara itu, Kebumen Ekspres (Jawa Pos Group) juga memberitakan insiden tersebut. Judul itu berbunyi: Heboh Mobil ”Carry”Terbakar di SPBU Wero Gombong. Insiden tersebut terjadi Kamis (7/7) pukul 20.20 WIB.

Tidak ada korban dalam peristiwa terbakarnya mobil Suzuki Carry warna hijau milik Teguh, 45, warga Desa Tegalsari, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, itu. Kapolsek Gombong AKP Heru Sanyoto mengatakan, penyebab kebakaran adalah percikan api dari mesin mobil yang dihidupkan saat pengisian BBM jenis pertalite.

Heru menambahkan, pemilik kendaraan mencoba menyalakan mesin saat proses pengisian BBM. Saat mesin menyala, percikan api dari bawah mesin menyebabkan kebakaran mobil. ”Itulah mengapa kita harus mematikan mesin saat pengisian BBM,” tuturnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, kendaraan dijauhkan dari mesin pompa. Tak lama setelah itu, mobil kembali aktif, lalu dibawa pulang oleh pemiliknya. Kebakaran kendaraan sangat mungkin terjadi, terutama saat pengisian BBM. Saat mengisi BBM, petugas SPBU akan meminta pemilik mobil memastikan mesin dalam keadaan mati untuk alasan keselamatan.

Pasalnya, saat mengisi BBM dan mesin dalam kondisi hidup merupakan unsur terbentuknya api atau biasa dikenal sebagai segitiga api. Hal itu membuat potensi kebakaran sangat besar bila membiarkan mesin mobil menyala saat isi BBM. Anda dapat membacanya di bit.ly/SebabKebakaran.

FAKTA:

Mobil terbakar karena menghidupkan kendaraan saat pengisian bahan bakar. Bukan karena pembayaran aplikasi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore