
Buaya
JawaPos.com – Anda mungkin tak asing mendengar umpatan ‘dasar buaya’ atau ‘buaya darat’ dalam dunia percintaan manusia. Tapi, pada ekosistem sebenarnya, buaya yang masuk kategori binatang reptil ini memiliki latar belakang sebaliknya.
Entah dari mana umpatan itu berasal, di mana para pria yang biasanya menyakiti pasangannya, perempuan, akan mendapat julukan tersebut, seperti ‘dasar buaya’ atau ‘buaya darat’.
Jika buaya, dalam arti hewan sebenarnya, memahami makna umpatan tersebut. Mereka tentu akan ‘ngoceh’ kenapa dirinya dibawa-bawa untuk mengumpat para pria. Padahal, dalam karakter atau tabiat buaya jantan sebenarnya, mereka adalah makhluk paling setia.
Buaya pada umumnya memiliki habitat perairan tawar, seperti sungai, danau, rawa, dan lahan basah lainnya. Tapi, ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara.
Tapi, secara keseluruhan, mereka memiliki karakter sama, yakni begitu setia kepada pasangannya. Bahkan, ketika masuk musim kawin, buaya jantan biasanya akan bertarung dengan buaya jantan lain untuk memperebutkan wilayah.
Setelah memenangi duel untuk mendapatkan pengakuan teritori itu, buaya jantan kemudian mencari pasangannya. Para buaya jantan ini biasanya akan menggunakan kepalanya untuk mengusap kepala buaya betina pilihannya.
Setelah merasa nyaman, pasangan buaya itu pun bersenggama hingga akhirnya buaya betina bertelur dalam prosesnya. Di sini, buaya jantan tak lekas pergi.
Mereka siap mempertaruhkan nyawa untuk melindungi pasangannya serta telur, yang menjadi calon anak buaya di kemudian hari, dari para predator.
Selain itu, buaya jantan dikenal hanya kawin satu kali dalam hidupnya. Artinya, ketika buaya betina mati, maka buaya jantan memilih hidup sendirian di sisa hidupnya.
Jadi, umpatan ‘dasar buaya’ hingga ‘buaya darat’ kepada para pria sepertinya salah tafsir, karena umpatan itu tak sesuai dengan tabiat buaya jantan sebenarnya.
Buaya jantan begitu setia dan sayang kepada pasangannya, bahkan rela tak kawin lagi ketika pasangannya mati.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
