
Photo
VIDEO seorang pria kulit hitam sedang diinterogasi dua petugas kepolisian menyebar di media sosial sejak awal Juni lalu. Nada percakapan mereka saling meninggi. Tak berselang lama, pria kulit hitam itu diborgol dan diperiksa identitasnya. Sang polisi rupanya salah orang dan akhirnya membuka kembali borgol di tangan pria tersebut.
”Seorang polisi menangkap seorang pria kulit hitam tanpa alasan yg jelas. dan rupanya pria kulit hitam ini agen FBI,” bunyi keterangan akun Facebook Robinson David pada 2 Juni 2020.
Di YouTube, video serupa diunggah sehari lebih dulu oleh kanal General Channel. Informasi yang ditulis di kolom keterangannya juga sama, yakni polisi menangkap pria kulit hitam yang ternyata agen FBI. Bahkan, kejadian itu dikaitkan dengan situasi Amerika Serikat (AS) yang belum kondusif setelah terbunuhnya George Floyd.
”Setelah sempat memborgol pria tersebut, mereka dikejutkan ketika memeriksa kartu indentitas pria tersebut. Kemudian mereka menyadari bahwa pria tersebut agen FBI.” Begitu penggalan keterangan yang ditulis General Channel (bit.ly/AgenFBI).
Jika informasi itu benar, kasus salah tangkap terhadap agen FBI tentu menjadi sebuah berita besar. Anehnya, kabar seperti itu tidak ditemukan di media-media mainstream.
Memanfaatkan situs padanan gambar, Jawa Pos menemukan beberapa akun Facebook yang mengunggah video serupa pada Mei. Contohnya akun Facebook Nikee Lado yang juga membubuhkan keterangan bahwa peristiwa dalam video tersebut bukan kejadian baru. Secara spesifik dia menyebutkan bahwa video itu direkam di Rochester, sebuah kota di Negara Bagian Minnesota, AS.
Informasi lebih detail diunggah situs rochestermn.gov pada 1 Juni 2020 lewat ulasan berjudul Statement about a June 1, 2019 Occurrence. Situs tersebut menjelaskan, video yang dibagikan melalui media sosial pada 30 Mei 2020 itu merupakan kejadian pada 1 Juni 2019 pukul 1 pagi.
Saat itu para petugas Rochester Police Department (RPD) ditugasi mengawasi bar pusat kota dan area hiburan. Mereka juga membawa surat perintah penangkapan terhadap seseorang dengan ciri-ciri yang mirip pria kulit hitam dalam video.
Saat bertemu, pria kulit hitam tersebut tidak kooperatif dalam menjawab pertanyaan polisi, khususnya masalah identitas. Polisi terpaksa memborgolnya untuk mengambil kartu identitas pria itu. Akhirnya polisi meyakini bahwa pria tersebut bukanlah yang mereka cari.
”Tidak sesuai dengan rumor yang beredar, dia bukanlah agen Biro Investigasi Federal (FBI).” Demikian penjelasan yang ditulis situs tersebut. Anda bisa melihatnya di bit.ly/2019BukanFBI.
FAKTA
Pria kulit hitam yang ditangkap polisi dalam video tersebut bukanlah agen FBI. Peristiwa itu terjadi pada Juni 2019 dan tidak ada kaitannya dengan isu rasis di AS yang dipicu kasus terbunuhnya George Floyd pada 25 Mei 2020.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=rwULmw_pzUg
https://www.youtube.com/watch?v=9EjLrldtB5A
https://www.youtube.com/watch?v=3z1cFRo1a5A

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
