Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2020 | 07.16 WIB

Awas Tertipu Peta Lawas Banjir Jakarta

Wahyu Kokkang/Jawa Pos - Image

Wahyu Kokkang/Jawa Pos

JawaPos.com - Potongan gambar yang memperlihatkan peta lokasi banjir di DKI Jakarta mendadak tersebar di media sosial. Tampak warna biru di dalam peta hampir memenuhi wilayah Jakarta. Warna biru itu menandakan lokasi yang kebanjiran. Lalu, pembuat hoax menarasikan bahwa peta itu merupakan gambaran lokasi banjir yang terjadi di Jakarta pada 25 Februari 2020.

”Peta kondisi Jakarta saat ini Selasa 25 Februari 2020 Yang warna biru itu bukan tanda daerah yang banjir. Itu LANGIT BIRUUU. KALO KATE SI BABI,” tulis pemilik akun Facebook Wahyu Pitung pada 25 Februari 2020 (bit.ly/Banjir25Februari).

Saat ditelusuri dengan situs padanan gambar, capture peta yang di-posting akun Wahyu Pitung diunggah lebih dulu oleh beberapa akun Twitter. Misalnya, pemilik akun Tadaaki Onishi yang mengunggah gambar serupa pada 20 Januari 2013 (bit.ly/DibuatJanuari2013). Dari dua unggahan itu, ada ketidaksinkronan informasi tentang waktu terjadinya banjir. Yang satu menyebut 25 Februari 2020, yang satunya lagi 20 Januari 2013.


— Tadaaki Onishi (@tadaaki_jp) January 2, 2020


Saat dikonfirmasi, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo menegaskan bahwa potongan gambar peta tersebut tidak sesuai fakta alias hoax. Menurut dia, sebaran banjir beberapa hari terakhir di kawasan Jabodetabek tidak sebanyak dan terparah yang digambarkan akun Wahyu Pitung melalui peta. ”Salah. Itu bukan banjir Jakarta Selasa lalu. Itu peta banjir 2013,” jelas Agus, Rabu (26/2).

Menurut Agus, peta banjir Jakarta pada 2013 itu sengaja dibuat seseorang dengan menggunakan aplikasi My Maps, kemudian digabungkan dengan peta yang dimiliki Google. Dia lantas menautkan capture peta yang sama di akun Twitter miliknya, lengkap dengan lingkaran merah pada data waktu yang menunjukkan tanggal 20 Januari 2013. Agus juga menyarankan siapa pun memanfaatkan petabencana.id untuk melihat situasi terbaru sesuai laporan masyarakat. Anda bisa melihatnya di bit.ly/PetaBanjir2013.


— Agus Wibowo (@aw3126) February 25, 2020


Pada Januari 2013, Jakarta memang dilanda banjir besar hingga menimbulkan korban jiwa. Mengutip situs Jawa Pos News Network (JPNN) pada 18 Januari 2013, disebutkan bahwa banjir yang melanda Jakarta sejak Rabu, 16 Januari 2013, itu telah menewaskan 11 orang. Kebanyakan korban meninggal akibat sengatan arus listrik. Sebanyak 83.930 jiwa dilaporkan mengungsi di 307 titik.

Sutopo Purwo Nugroho yang kala itu menjabat kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB memaparkan, lima orang meninggal karena tersengat listrik. Lalu, empat orang meninggal karena sakit dan dua orang tewas karena hanyut terbawa arus banjir. ”Padahal, bahaya sengatan arus listrik sudah menjadi perhatian kami. PLN juga sudah melakukan pemadaman. Tapi, umumnya warga kita suka menonton,” katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore