
Wahyu Kokkang/Jawa Pos
JawaPos.com - Potongan gambar yang memperlihatkan peta lokasi banjir di DKI Jakarta mendadak tersebar di media sosial. Tampak warna biru di dalam peta hampir memenuhi wilayah Jakarta. Warna biru itu menandakan lokasi yang kebanjiran. Lalu, pembuat hoax menarasikan bahwa peta itu merupakan gambaran lokasi banjir yang terjadi di Jakarta pada 25 Februari 2020.
”Peta kondisi Jakarta saat ini Selasa 25 Februari 2020 Yang warna biru itu bukan tanda daerah yang banjir. Itu LANGIT BIRUUU. KALO KATE SI BABI,” tulis pemilik akun Facebook Wahyu Pitung pada 25 Februari 2020 (bit.ly/Banjir25Februari).
Saat ditelusuri dengan situs padanan gambar, capture peta yang di-posting akun Wahyu Pitung diunggah lebih dulu oleh beberapa akun Twitter. Misalnya, pemilik akun Tadaaki Onishi yang mengunggah gambar serupa pada 20 Januari 2013 (bit.ly/DibuatJanuari2013). Dari dua unggahan itu, ada ketidaksinkronan informasi tentang waktu terjadinya banjir. Yang satu menyebut 25 Februari 2020, yang satunya lagi 20 Januari 2013.
もうジャカルタ一面水浸し。 pic.twitter.com/6THzXgHbAB
— Tadaaki Onishi (@tadaaki_jp) January 2, 2020
Saat dikonfirmasi, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo menegaskan bahwa potongan gambar peta tersebut tidak sesuai fakta alias hoax. Menurut dia, sebaran banjir beberapa hari terakhir di kawasan Jabodetabek tidak sebanyak dan terparah yang digambarkan akun Wahyu Pitung melalui peta. ”Salah. Itu bukan banjir Jakarta Selasa lalu. Itu peta banjir 2013,” jelas Agus, Rabu (26/2).
Menurut Agus, peta banjir Jakarta pada 2013 itu sengaja dibuat seseorang dengan menggunakan aplikasi My Maps, kemudian digabungkan dengan peta yang dimiliki Google. Dia lantas menautkan capture peta yang sama di akun Twitter miliknya, lengkap dengan lingkaran merah pada data waktu yang menunjukkan tanggal 20 Januari 2013. Agus juga menyarankan siapa pun memanfaatkan petabencana.id untuk melihat situasi terbaru sesuai laporan masyarakat. Anda bisa melihatnya di bit.ly/PetaBanjir2013.
Beredar secara luas peta banjir terlampir, ada juga yang diedarkan via link google maps. Peta tersebut adalah peta genangan banjir thn 2013. Peta yang update berdasar laporan masy bisa diakses di https://t.co/LhQnyCWoMx @BNPB_Indonesia @TurnBackHoax #banjir2020 #Jabodetabek pic.twitter.com/OHp6iffl9R
— Agus Wibowo (@aw3126) February 25, 2020
Pada Januari 2013, Jakarta memang dilanda banjir besar hingga menimbulkan korban jiwa. Mengutip situs Jawa Pos News Network (JPNN) pada 18 Januari 2013, disebutkan bahwa banjir yang melanda Jakarta sejak Rabu, 16 Januari 2013, itu telah menewaskan 11 orang. Kebanyakan korban meninggal akibat sengatan arus listrik. Sebanyak 83.930 jiwa dilaporkan mengungsi di 307 titik.
Sutopo Purwo Nugroho yang kala itu menjabat kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB memaparkan, lima orang meninggal karena tersengat listrik. Lalu, empat orang meninggal karena sakit dan dua orang tewas karena hanyut terbawa arus banjir. ”Padahal, bahaya sengatan arus listrik sudah menjadi perhatian kami. PLN juga sudah melakukan pemadaman. Tapi, umumnya warga kita suka menonton,” katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
