
Disinformasi soal air rebusan.
JawaPos.com - Informasi tentang kesehatan selalu saja menarik. Sayangnya, ketika disebarkan melalui media sosial, kerap terjadi disinformasi yang meresahkan.
Salah satu contohnya, informasi tentang bahaya mengonsumsi air yang direbus berulang-ulang. Katanya, air semacam itu mengandung racun. Bisa mengakibatkan kanker serta menurunkan intelligence quotient (IQ) anak.
Jawa Pos menemukan pesan seperti itu disebarkan akun Facebook Lalu Huzair (fb.com/lalu.huzair). Dia mengabarkan bahwa merebus kembali air yang sudah pernah mendidih itu berbahaya. Entah untuk sekadar digunakan sebagai bahan minuman hangat atau memasak makanan. ''AIR yang sudah Matang & Direbus ulang akan merubah susunan Kimianya. Sehingga malah menjadikannya RACUN bagi tubuh kita.'' Demikian narasi yang ditulis Lalu Huzair pada 20 Januari 2019.
Lalu juga menyertakan informasi bahwa air yang direbus kembali itu menimbulkan bahan kimia tertentu. Misalnya, arsenik, nitrat, dan fluoride. Zat-zat semacam itu bisa menyebabkan tumbuhnya sel kanker, leukemia, penyakit jantung, dan lain-lain.
Pesan dan informasi serupa sebenarnya pernah beredar pada 2015 dan 2017. Jawa Pos juga menemukan beberapa berkas penelitian dan posting-an ilmiah tentang pesan tersebut. Situs pengecekan fakta snopes.com juga pernah mengupas kabar serupa dengan judul Is Twice-Boiled Water ''Toxic''?
Ahli gizi dari Graha Amerta RSUD dr Soetomo Eko Dwi Martini menyebutkan bahwa pesan yang beredar itu tak sepenuhnya benar. Menurut dia, setiap kali air direbus ulang, bahan kimia di dalamnya, yakni nitrat, arsenik, dan fluoride, akan terkonsentrasi dan bisa membahayakan tubuh. ''Nitrat berubah menjadi nitrosamin yang bersifat karsinogenik. Akan memicu leukemia, limfoma non-hodgkin, dan beberapa jenis kanker,'' jelasnya.
Meski demikian, Eko menegaskan bahwa air yang direbus ulang, lalu dikonsumsi tidak serta-merta berujung kanker, leukemia, hingga menurunkan kecerdasan anak. ''Ya tidak langsung, itu jangka panjang. Dan salah satu pencetus saja,'' terangnya.
Dia menyarankan, air yang sudah pernah dimasak tidak perlu direbus lagi. Cukup disaring dan jangan lupa disimpan di wadah yang bersih dan tertutup. Sebaiknya juga tidak menyimpan air di teko plastik yang non-food grade. Jika disimpan di wadah plastik non-food grade, efeknya sama dengan merebus ulang air. ''Sebaiknya di termos atau tempat yang food grade. Kalau sudah dingin, masukkan ke kendi. Seperti air kulkas,'' jelasnya kepada Jawa Pos.
FAKTA
Mengonsumsi air yang direbus berulang-ulang tidak serta-merta mengakibatkan kanker, leukemia, dan menurunkan IQ anak. Air semacam itu hanya salah satu pencetus dan terjadinya dalam jangka panjang.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
