
Suasana pembukaan Smart Citizen Day dengan deklarasi Indonesia menjadi Smart Nation oleh muda-mudi dari 34 Provinsi di tanah air untuk menjadi agen perubahan.
JawaPos.com - Qlue bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar Smart Citizen Day, Kamis (28/3). Gelaran tersebut sebagai bentuk persiapan Indonesia menjadi Smart Nation dengan masyarakat yang lebih cerdas.
Acara tersebut turut pula dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Dalam sambutannya, dia berbicara tentang perlunya gotong royong dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi. "Pemanfaatan teknologi digital mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Dengan penerapan nyata, penggunaan teknologi dalam hal layanan pemerintah kepada masyarakat dapat memberikan tindak lanjut lebih cepat," katanya di Smart Citizen Day di Kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (28/3).
Senada, Menteri Kominfo Rudiantara menyebut bahwa dalam era digital, gotong royong justru semakin terlihat. Yakni seperti konsep shared ekonomi era digital saat ini. Unicorn di Indonesia juga bisa bertumbuh karena gotong royong. "Gojek misalnya. Itu gotong royong di era digital. Itu lah shared ekonomi di era digital," terangnya.
Rudiantara mengharapkan, generasi milenial jangan hanya sebagai pengguna teknologi saja, namun juga harus mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat. "Makanya kita siapkan, supaya mereka tidak hanya menjadi konsumen saja tapi enterpreneur atau pengusaha dengan memanfaatkan teknologi. Jangan hanya menggunakan tapi memanfaatkan. Untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat," jelasnya.
Sementara terkait Smart Citizen Day dan kesiapan Indonesia sebagai Smart Nation, Founder dan CEO Qlue Rama Raditya menyebut, acara ini menghadirkan lebih dari 20 pembicara kunci terkait teknologi digital. Deklarasi Smart Nation juga dilakukan oleh perwakilan muda-mudi dari 34 Provinsi di Indonesia. Dia berharap, dengan diselenggarakannya acara ini, pemuda dan pemudi tersebut dapat membawa pulang semangat Smart Citizen dan mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari di lingkungan mereka.
"Harapannya dengan adanya event ini kita akan menambah agen perubahan. Mereka perwakilan dari 34 Provinsi diharapkan akan terinspirasi dan menjadi agen perubahan bagi wilayah mereka masing-masing. Dari Qlue, harapannya agar secepatnya warga Indonesia aktif melaporkan segala keluhannya ke pemerintah dan pemerintah juga akan secara aktif merespons. Tidak akan ada smart city kalau tidak ada smart citizen-nya," tukasnya.
Sebagai informasi, Qlue adalah penyedia solusi berbasis teknologi. Dimulai dari Jakarta pada 2016 silam, Qlue terkenal sebagai platform untuk melaporkan kinerja pemerintah kepada masyarakat di masing-masing wilayah terkait banyak hal semisal infrastruktur, layanan publik, dan sebagainya. Qlue menerapkan konsep-konsep smart city di Indonesia bermitra dengan banyak pihak seperti institusi pemerintah dan swasta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
