
Ilustrasi pendidikan di kelas (Pinterest)
JawaPos.com – Pemerataan konektivitas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) perlu diikuti dengan penguatan akses pendidikan. Keterbatasan fasilitas belajar dan bahan bacaan masih menjadi tantangan bagi anak-anak di wilayah terpencil yang harus belajar di lokasi sementara setelah sekolah mereka terdampak bencana.
Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang dukungan Telkomsat terhadap program Ekspedisi Kemerdekaan Pendidikan di Wilayah 3T. Program yang berkolaborasi dengan Relawan Nusantara itu menyasar anak-anak dan masyarakat di Papua Pegunungan dan Aceh.
Dukungan tersebut difokuskan pada penguatan literasi, peningkatan minat baca, serta penyediaan sarana pendukung pembelajaran. Upaya ini dilakukan di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah terpencil.
VP Corporate Secretary Telkomsat Fino Arfiantono mengatakan pemerataan pembangunan perlu mencakup kesempatan belajar bagi anak-anak di berbagai wilayah Indonesia.
"Pemerataan pembangunan tidak hanya berbicara mengenai akses terhadap teknologi dan konektivitas, tetapi juga bagaimana setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensinya. Melalui dukungan ini, kami berharap dapat turut menghadirkan semangat dan harapan baru bagi anak-anak di Papua Pegunungan dan Aceh, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (3/11).
Menurut Fino, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, pemerataan kesempatan belajar perlu terus diperkuat, terutama bagi anak-anak di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur.
Di SDN 2 Lokop, Aceh misalnya dampak banjir bandang membuat kegiatan belajar mengajar harus dipindahkan ke tiga lokasi sementara. Fasilitas yang terbatas turut memengaruhi proses pembelajaran, termasuk menyebabkan siswa dari berbagai tingkatan kelas mengikuti kegiatan belajar secara bersamaan.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa akses pendidikan di wilayah terdampak tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan konektivitas, tetapi juga dukungan fasilitas yang memungkinkan kegiatan belajar berlangsung dengan lebih baik.
Sebagai bagian dari program tersebut, Telkomsat mendukung kegiatan Kelas Inspirasi Literasi dan Pojok Baca Sekolah. Kegiatan ini diarahkan untuk memperluas akses anak-anak terhadap bahan bacaan sekaligus mendorong kebiasaan membaca.
Dalam Kelas Inspirasi Literasi, anak-anak mengikuti kegiatan storytelling inspiratif dan Gerakan Gemar Membaca. Dukungan perlengkapan sekolah, seperti buku dan alat tulis, juga disalurkan untuk membantu menunjang kegiatan belajar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022