
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria meminta seluruh instansi pemerintah mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Dia menantang setiap unit kerja pemerintah mengidentifikasi minimal satu layanan yang bisa dipercepat dengan bantuan AI. Targetnya, waktu tunggu pelayanan yang sebelumnya membutuhkan hitungan minggu dapat dipangkas menjadi hitungan hari sebelum kuartal IV 2026 berakhir.
"Sebelum kuartal ini berakhir, tentukan satu layanan di unit Anda di mana AI dapat memangkas waktu tunggu dari hitungan minggu menjadi hitungan hari," tegas Wamen Nezar dalam acara Pelatihan AI Value Chain: Indonesia's Strategy in the AI Supply Chain as a Middle Power yang diikuti secara daring dari Jakarta Pusat, dikutip Senin (2/11).
Baca Juga:Prediksi Skor Newcastle United vs Everton di Liga Inggris: The Magpies Berpeluang Balas Dendam
Menurut Nezar, penggunaan AI di pemerintahan harus berorientasi pada hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pengolahan dokumen, menyederhanakan proses perizinan, meningkatkan pelayanan warga, hingga membantu instansi memenuhi ketentuan regulasi.
Dia mengingatkan agar pemanfaatan AI tidak sebatas menjadi ajang demonstrasi teknologi atau proyek percontohan. Penerapannya harus mampu menghasilkan perubahan nyata terhadap kecepatan dan kualitas pelayanan publik.
Nezar juga menyoroti potensi kesenjangan antara instansi yang sudah mengadopsi AI dan lembaga yang masih bergantung pada sistem konvensional. Jika tidak segera beradaptasi, kemampuan pemerintah dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan secara efektif bisa tertinggal.
Bahkan, menurutnya, perusahaan swasta yang lebih dahulu memanfaatkan AI berpotensi memberikan layanan administratif, pengurusan dokumen, hingga perizinan dengan proses lebih cepat dibandingkan instansi pemerintah yang memiliki kewenangan di bidang tersebut.
"Tidak mengadopsi AI bukanlah pilihan yang wajar. Itu adalah sebuah keputusan untuk mengalami kemunduran," katanya.
Karena itu, Nezar mendorong transformasi digital pemerintahan dimulai dengan mencari persoalan pelayanan yang bisa diselesaikan menggunakan AI. Setiap instansi perlu memetakan kebutuhan masyarakat, menemukan hambatan dalam proses pelayanan, serta menentukan pekerjaan yang memungkinkan untuk diotomatisasi atau dipercepat dengan teknologi tersebut.
Dia menambahkan, pengalaman menggunakan AI secara langsung dalam pekerjaan sehari-hari juga penting untuk membangun kemampuan setiap lembaga. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya menyusun strategi dan kebijakan jika tidak diikuti penerapan teknologi untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022