Komdigi mencatat sebanyak 812 site/BTS di sebelas kabupaten di NTT sempat terdampak gempa. Setelah dilakukan penanganan bersama penyedia layanan telekomunikasi, seluruh infrastruktur yang mengalami gangguan tersebut kini telah dipulihkan.
“Sejak awal, kami memastikan percepatan penanganan site/BTS yang terdampak gempa NTT. Saat ini site/BTS yang mengalami gangguan 100 persen telah berhasil dipulihkan. Kami menyadari pemulihan layanan telekomunikasi menjadi salah satu upaya penanganan dan pemulihan pascabencana agar masyarakat tetap dapat terhubung, sekaligus memudahkan koordinasi penanganan bencana,” kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam keterangannya, Sabtu (22/8).
Baca Juga: Bos Restoran Surabaya Terduga Pelaku Pelecehan Pegawai Kabur ke Korea
Pemulihan jaringan tersebut berjalan beriringan dengan dukungan kemanusiaan yang diberikan pemerintah kepada korban gempa. Komdigi menyerahkan 15 ton bantuan logistik yang berisi berbagai kebutuhan dasar, mulai dari beras, mi instan, air mineral, makanan dan susu hingga selimut serta tikar.
Bantuan tersebut diserahkan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI Fifi Aleyda Yahya di Kantor Badan Penghubung Provinsi Nusa Tenggara Timur di Jakarta, Sabtu (22/8). Bantuan diterima Kepala Subbagian Tata Usaha Badan Penghubung Daerah NTT di Jakarta, Christine Editha Mau.
Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan penyaluran bantuan merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
“Bantuan ini adalah ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang menjadi korban gempa NTT,” kata Menkomdigi Meutya Hafid.
Selain logistik, Komdigi menyediakan 20 perangkat Starlink untuk membantu kebutuhan konektivitas di wilayah terdampak. Dukungan tersebut ditujukan untuk menjaga akses komunikasi sekaligus menunjang koordinasi selama proses penanganan bencana.
Meutya berharap bantuan yang dikirimkan dapat memberikan dukungan bagi masyarakat NTT dalam melewati masa pemulihan.
“Setiap paket yang kami kirimkan bukan sekadar barang, tetapi titipan doa dan harapan agar saudara-saudara kami di NTT lekas bangkit,” tuturnya.
Meutya juga mengapresiasi berbagai bentuk bantuan yang diberikan masyarakat kepada korban gempa NTT. Ia menilai solidaritas tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.
“Pemerintah mengapresiasi setiap bentuk solidaritas masyarakat bagi saudara-saudara kita di NTT. Banyaknya doa dan bantuan untuk korban gempa yang dikirimkan menunjukkan semangat kemanusiaan dan gotong royong yang selalu hidup di tengah bangsa Indonesia,” papar Meutya.
“Mari kita terbangkan harapan lewat tiap bantuan yang dikirim ke NTT dan daerah terdampak gempa lainnya. Karena luka mereka adalah luka kita juga, dan bangkit adalah satu-satunya tujuan bersama,” lanjutnya.