
Ilustrasi penggunaan Google AI Search. (Google)
JawaPos.com - Fitur kecerdasan buatan (AI) milik Google kembali menjadi sorotan setelah dinilai berpotensi membahayakan anak-anak.
Organisasi nirlaba Common Sense Media mengungkapkan bahwa AI Search Google tidak hanya mampu mengerjakan pekerjaan rumah (PR) siswa, tetapi juga dinilai gagal memberikan respons yang tepat terhadap anak yang mengalami krisis kesehatan mental.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena layanan AI Google tersedia secara luas di berbagai perangkat, termasuk Chromebook yang banyak digunakan sebagai laptop sekolah. Kondisi ini membuat jutaan pelajar berpotensi berinteraksi dengan fitur AI tersebut setiap hari.
Menurut Common Sense Media, yang membedakan AI Google dari layanan AI lain adalah tingkat penyebarannya yang sangat luas di perangkat pribadi maupun perangkat sekolah milik anak-anak.
"AI Google ada di mana-mana pada perangkat pribadi dan yang dikeluarkan sekolah anak-anak," tulis Common Sense Media dalam laporannya.
Salah satu temuan utama dalam laporan tersebut adalah kemampuan AI Mode Google untuk mengerjakan tugas sekolah secara penuh. Alih-alih membantu proses belajar, AI justru dapat langsung memberikan jawaban atas soal yang diberikan siswa.
Yang menjadi perhatian, jawaban yang dihasilkan tidak selalu konsisten. Untuk pertanyaan yang sama, AI dapat memberikan hasil berbeda pada setiap percobaan, mulai dari jawaban yang benar hingga informasi yang keliru.
Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pembelajaran sekaligus membuat siswa sulit membedakan informasi yang akurat dan yang salah.
Temuan yang lebih serius berkaitan dengan respons AI terhadap isu kesehatan mental. Dalam laporannya, Common Sense Media menyebut AI Mode Google gagal mengenali sejumlah tanda anak yang sedang mengalami kondisi darurat psikologis.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
