
(Dari kiri ke kanan) CEO Nvidia Corp. Jensen Huang, Presiden Fujitsu Ltd. Takahito Tokita, Presiden Fanuc Corp. Kenji Yamaguchi, Wakil Ketua Yaskawa Electric Corp. Masahiro Ogawa, dan Presiden Kawasaki Heavy Industries Ltd. Yasuhiko Hashimoto menghadiri konferensi pers di Tokyo, 16 Juli 2026. (Kyodo)
JawaPos.com – Nvidia memperkuat kerja samanya dengan Jepang dengan mendukung pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Jepang membangun kemandirian teknologi AI sekaligus memperkuat daya saing ekonomi dan keamanan nasional.
Seperti dilansir Kyodo, Jumat (17/7), CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan perusahaannya akan memasok chip AI generasi terbaru untuk membantu Jepang mengembangkan foundation model AI buatan dalam negeri.
Kolaborasi itu dilakukan bersama Noetra Corp., perusahaan yang didukung pemerintah Jepang. Noetra akan membangun sebuah AI factory atau pusat komputasi AI yang menjadi fondasi pengembangan model AI multimodal untuk physical AI, yakni teknologi yang memungkinkan robot dan berbagai perangkat bekerja secara mandiri.
Noetra sendiri baru mulai beroperasi penuh pada Kamis. Perusahaan tersebut dibentuk pada Januari oleh konsorsium yang beranggotakan 44 perusahaan Jepang, termasuk Sony Group, SoftBank, NEC, dan Honda Motor.
Pemerintah Jepang mengucurkan dukungan dana sebesar 1 triliun yen selama lima tahun atau sekitar Rp 111 triliun (1 yen sekitar Rp 111). Dana tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan ekosistem AI nasional.
Sebagai bagian dari proyek itu, Nvidia akan memasok 27.500 unit prosesor grafis (GPU) Rubin untuk mengoperasikan AI factory.
"Nvidia merasa terhormat dapat menyediakan sistem komputasi untuk infrastruktur AI nasional pertama Jepang," kata Huang dalam acara yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang di Tokyo.
Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi menjadikan pengembangan AI sebagai salah satu dari 17 sektor strategis yang dinilai penting bagi pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional. Kementerian Ekonomi Jepang bahkan menargetkan 10 juta robot AI digunakan di seluruh negeri pada 2040.
Program pengembangan AI nasional tersebut diberi nama FRONTia. Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Ryosei Akazawa mengatakan proyek itu dirancang untuk menggabungkan keunggulan manufaktur Jepang dengan kemampuan riset AI dari mitra dalam maupun luar negeri.
Melalui FRONTia, Jepang juga akan bekerja sama dengan berbagai lembaga penelitian di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan negara lain guna mempercepat pengembangan teknologi AI.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
