
CEO ManageEngine, Rajesh Ganesan (Istimewa)
JawaPos.com - Adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan perusahaan terus meningkat. Jika sebelumnya AI lebih banyak dimanfaatkan untuk membuat ringkasan, menghasilkan konten, atau menjawab pertanyaan, kini tren mulai bergeser menuju Autonomous AI atau Agentic AI yang mampu menjalankan tugas secara mandiri dengan intervensi manusia yang sangat minim.
Perubahan ini terjadi seiring semakin matangnya teknologi AI dan meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mengotomatisasi proses bisnis secara lebih cerdas, cepat, dan efisien.
Di Indonesia, peluang pengembangan AI juga semakin besar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia menjadi pasar AI potensial terbesar keempat di Asia.
Investasi AI dari sektor swasta mencapai USD 91 juta sepanjang akhir 2024 hingga pertengahan 2025. Selain itu, sekitar 56% pekerja Indonesia meyakini AI mampu meningkatkan produktivitas kerja.
Berbeda dengan AI generatif yang hanya memberikan rekomendasi atau menghasilkan konten, Autonomous AI mampu mengambil keputusan, menjalankan proses bisnis, berkoordinasi dengan berbagai aplikasi, hingga menyelesaikan alur kerja secara otomatis sesuai aturan yang telah ditetapkan perusahaan.
Teknologi ini mulai dimanfaatkan di berbagai sektor, terutama industri keuangan dan teknologi informasi. Beberapa penerapannya meliputi:
Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memasukkan Agentic AI sebagai salah satu investasi teknologi strategis dalam pedoman Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia.
Meski menawarkan efisiensi tinggi, penerapan Autonomous AI juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait keamanan data, transparansi, serta akuntabilitas.
Ketika AI diberi akses ke data pelanggan dan sistem bisnis yang bersifat kritikal, perusahaan mulai mempertanyakan sejumlah aspek penting, seperti: Siapa yang memiliki akses terhadap data? Apakah data digunakan untuk melatih model AI eksternal? Bagaimana keputusan AI dapat diaudit? serta Sejauh mana perusahaan masih mengendalikan tindakan AI?
Karena itu, tata kelola AI (AI Governance) kini menjadi faktor utama dalam proses adopsi teknologi tersebut.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
