Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Juli 2026 | 19.35 WIB

Autonomous AI Jadi Tren Baru, Ini Alasan Perusahaan Mulai Beralih dari AI Konvensional

CEO ManageEngine, Rajesh Ganesan (Istimewa) - Image

CEO ManageEngine, Rajesh Ganesan (Istimewa)

JawaPos.com - Adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan perusahaan terus meningkat. Jika sebelumnya AI lebih banyak dimanfaatkan untuk membuat ringkasan, menghasilkan konten, atau menjawab pertanyaan, kini tren mulai bergeser menuju Autonomous AI atau Agentic AI yang mampu menjalankan tugas secara mandiri dengan intervensi manusia yang sangat minim.

Perubahan ini terjadi seiring semakin matangnya teknologi AI dan meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mengotomatisasi proses bisnis secara lebih cerdas, cepat, dan efisien.

Di Indonesia, peluang pengembangan AI juga semakin besar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia menjadi pasar AI potensial terbesar keempat di Asia.

Investasi AI dari sektor swasta mencapai USD 91 juta sepanjang akhir 2024 hingga pertengahan 2025. Selain itu, sekitar 56% pekerja Indonesia meyakini AI mampu meningkatkan produktivitas kerja.

Apa Itu Autonomous AI?

Berbeda dengan AI generatif yang hanya memberikan rekomendasi atau menghasilkan konten, Autonomous AI mampu mengambil keputusan, menjalankan proses bisnis, berkoordinasi dengan berbagai aplikasi, hingga menyelesaikan alur kerja secara otomatis sesuai aturan yang telah ditetapkan perusahaan.

Teknologi ini mulai dimanfaatkan di berbagai sektor, terutama industri keuangan dan teknologi informasi. Beberapa penerapannya meliputi:

  • Otomatisasi layanan pelanggan.
  • Investigasi insiden keamanan siber.
  • Deteksi anomali pada sistem TI.
  • Manajemen endpoint.
  • Optimalisasi penggunaan cloud.
  • Analisis akar penyebab gangguan sistem.
  • Pengelolaan knowledge management.

Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memasukkan Agentic AI sebagai salah satu investasi teknologi strategis dalam pedoman Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia.

Tata Kelola dan Keamanan Data Jadi Prioritas

Meski menawarkan efisiensi tinggi, penerapan Autonomous AI juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait keamanan data, transparansi, serta akuntabilitas.

Ketika AI diberi akses ke data pelanggan dan sistem bisnis yang bersifat kritikal, perusahaan mulai mempertanyakan sejumlah aspek penting, seperti: Siapa yang memiliki akses terhadap data? Apakah data digunakan untuk melatih model AI eksternal? Bagaimana keputusan AI dapat diaudit? serta Sejauh mana perusahaan masih mengendalikan tindakan AI?

Karena itu, tata kelola AI (AI Governance) kini menjadi faktor utama dalam proses adopsi teknologi tersebut.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore