
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (Dok/Komdigi)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai Indonesia perlu menjadikan diplomasi chip serta pengelolaan mineral kritis sebagai strategi utama dalam menghadapi persaingan global di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu memperoleh manfaat strategis berupa akses terhadap kapasitas komputasi, alih teknologi, hingga kerja sama manufaktur untuk memperkuat industri nasional.
"Indonesia perlu menggunakan mineral kritis untuk menegosiasikan akses yang lebih baik ke komputasi, transfer teknologi, dan kemitraan manufaktur," tegas Wamen Nezar saat berbicara dalam Jakarta Geopolitical Forum di Jakarta Selatan, dikutip Jumat (10/7).
Nezar menjelaskan, Indonesia memiliki posisi yang menguntungkan karena menguasai sejumlah komoditas mineral kritis yang menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan berbagai teknologi modern, termasuk industri AI.
Baca Juga:83 Persen Fintech Indonesia Sudah Gunakan AI, Talenta Data dan Analitik Masih Sulit Dicari
Dia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, yang memberi kami posisi yang kuat dalam rantai pasokan baterai global. Bahkan, tanah air adalah produsen kobalt terbesar kedua di dunia, material kunci untuk baterai berkinerja tinggi dan semikonduktor canggih.
“Selain itu, kami adalah eksportir bijih tembaga terbesar ketiga, mineral penting untuk sistem pengkabelan dan pendinginan pusat data yang menampung infrastruktur AI. Kekayaan mineral ini merupakan keunggulan strategis kami. Hal ini memungkinkan kami untuk melampaui sekadar menjadi konsumen teknologi dan menjadi pemain kunci dalam ekosistem AI global," jelas Wamen Nezar.
Di tengah meningkatnya persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Nezar menegaskan Indonesia perlu membangun strategi sendiri melalui pendekatan diplomasi digital yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Menurutnya, terdapat empat modal utama yang dapat menjadi fondasi strategi tersebut, yaitu kepemilikan mineral kritis, besarnya pasar digital Indonesia sebagai yang terbesar di Asia Tenggara, bonus demografi, serta potensi pengembangan kapasitas komputasi nasional.
Namun, seluruh potensi tersebut harus diiringi dengan penguatan sumber daya manusia, pengelolaan data, serta pembangunan kemampuan industri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi ataupun pemasok bahan baku.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022