Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 18.44 WIB

Wamenkomdigi: Dominasi Ekonomi Digital ASEAN Belum Cukup, Indonesia Harus Bangun Kemandirian Teknologi

Transformasi ekonomi digital. (dotmagazine) - Image

Transformasi ekonomi digital. (dotmagazine)

JawaPos.com - Indonesia saat ini menjadi penyumbang terbesar ekonomi digital di Asia Tenggara. Kontribusi Indonesia mencapai 40 persen dari ekonomi digital ASEAN dan diperkirakan mencapai USD360 miliar dalam beberapa tahun.

Meskipun demikian, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai ukuran pasar domestik besar belum cukup untuk jadikan Indonesia pemain utama di sektor teknologi global.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia di era digital tergantung pada kemampuan membangun ekosistem terintegrasi. Ini mencakup penguatan infrastruktur, pengembangan SDM, dukungan industri, dan penciptaan inovasi teknologi berkelanjutan.

"Kita sudah mengeksplorasi delapan prioritas untuk pembangunan ekosistem digital di Indonesia. Spektrum ini cukup luas dan rentang beragam, mulai dari peningkatan nilai tambah industri telekomunikasi sampai efisiensi biaya logistik nasional," ujar Wamen Nezar Patria di Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026, Jakarta Selatan, Selasa (23/6).

Nezar menjelaskan, pembangunan ekosistem digital adalah fondasi utama guna wujudkan visi Indonesia Digital 2045.

Berbagai langkah saat ini berpengaruh besar pada kemampuan Indonesia capai kemandirian teknologi masa depan.

"Tahap yang kita lalui sekarang akan menentukan apakah pada 2045 kita bisa capai tujuan strategis nasional untuk kemandirian teknologi. Penguatan kolaborasi jadi kata kunci penting yang harus kita internalisasi dan eksekusi," tutur Wamen Nezar.

Ia menekankan bahwa percepatan transformasi digital nasional tidak bisa dilepaskan dari pembelajaran negara-negara yang lebih dulu bangun ekosistem digital kuat.

Salah satu negara contoh yang berhasil adalah India. Menurut Nezar, India mampu ciptakan fondasi ekonomi digital lewat pembangunan infrastruktur publik digital terintegrasi dan inklusif.

"Dengan India mungkin kita bisa belajar banyak bagaimana mereka mulai bangun ekosistem digital sejak 2015. Apa yang mereka perkuat? Mereka memperkuat infrastruktur publik digitalnya," ungkapnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore