Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juni 2026 | 21.00 WIB

Tiongkok Beri Robot Humanoid Identitas Digital, Uji Coba di Rumah Karyawan Mulai 2027

Robot humanoid dipamerkan di pusat inovasi robot humanoid, Shougang Park, Beijing, 28 Maret 2025. (Fortune) - Image

Robot humanoid dipamerkan di pusat inovasi robot humanoid, Shougang Park, Beijing, 28 Maret 2025. (Fortune)

JawaPos.com - Pemerintah Tiongkok resmi memperkenalkan sistem identitas digital nasional bagi seluruh robot humanoid yang beroperasi di negaranya. Sekilas kebijakan ini mungkin terlihat prematur karena penggunaan robot humanoid saat ini masih terbatas.

Namun, Beijing tampaknya meyakini bahwa perkembangan teknologi robotika dan kecerdasan buatan akan berlangsung jauh lebih cepat daripada perkiraan banyak pihak.

Seperti dilansir dari Fast Company, langkah tersebut muncul di tengah tantangan demografi yang dihadapi Tiongkok, termasuk menurunnya angka kelahiran dan menyusutnya jumlah tenaga kerja produktif. Pemerintah mendorong pemanfaatan robot humanoid di berbagai sektor yang membutuhkan tenaga kerja tambahan.

Untuk mendukung strategi tersebut, setiap robot akan memperoleh kode identitas unik yang memungkinkan pemerintah melacak riwayat perangkat sejak diproduksi hingga akhirnya tidak lagi digunakan.

Pada dasarnya, sistem ini menciptakan mekanisme identifikasi wajib bagi generasi baru pekerja sintetis yang diproyeksikan akan semakin banyak hadir di pabrik, pusat perbelanjaan, hingga lingkungan rumah tangga.

Program ini digagas oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok bersama Pusat Inovasi Robot Humanoid Hubei. Sistem tersebut bukan lagi sekadar konsep, melainkan sudah diterapkan dan digunakan oleh lebih dari 100 perusahaan dengan sekitar 200 model robot yang telah terdaftar.

Setiap robot memperoleh kode identitas sepanjang 29 karakter, jauh lebih panjang dibandingkan nomor identitas warga negara Tiongkok. Kode tersebut memuat berbagai informasi penting, termasuk negara asal, produsen, model, hingga nomor seri unik yang tidak dapat diduplikasi.

Fungsinya tidak berhenti sebagai tanda pengenal. Sistem ini juga dirancang sebagai sarana pemantauan operasional secara real-time. Berbagai data teknis dapat direkam, mulai dari kondisi komponen mekanis, status baterai, hingga performa sistem kecerdasan buatan yang digunakan robot.

“Jika robot rusak, kami dapat memeriksa log operasional dan catatan perawatannya melalui ID uniknya untuk menemukan kerusakan, menentukan tanggung jawab, dan melakukan perawatan yang efisien,” kata Liu Chuanhou, salah satu eksekutif di pusat inovasi Hubei.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore