
Pakar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga, Prof. Tuti Budirahayu. (Humas Unair)
JawaPos.com-Dampak negatif teknologi AI atau Artificial Intelligence di sektor pendidikan saat ini tampaknya semakin bisa dilihat dan dirasa. Bukan lagi 'katanya-katanya', para tenaga pendidik, pengajar, dan dosen telah banyak melihat generasi saat ini cenderung ingin instan dengan menyelesaikan tugas-tugas mereka dibantu oleh AI.
Sosiolog Pendidikan dari Universitas Airlangga Prof. Dr. Tuti Budirahayu, Dra., M.si., bahkan menyebut, saat ini banyak mahasiswa yang mengerjakan bukan hanya tugas biasa, tapi juga mengerjakan skripsi mereka dengan AI.
"Saya pernah memberikan tugas take home, boleh diketik, dikerjakan di rumah. Dan hampir semua mahasiswa saya mengerjakan dengan AI. Sementara kalau skripsi, relatif lebih complicated, tapi bisa diuji dan diketahui apakah karya ilmiah mahasiswa ini dikerjakan AI atau tidak," kata Tuti kepada JawaPos.com.
Karena kedapatan menggunakan AI, satu kelas perkuliahan, lanjut Tuti, diberikan nilai minimal. Dan sejak saat itu, muncul trust issue, karenya, dirinya tidak lagi memberi tugas baik ujian atau tugas rutin yang boleh diketik dan hanya menerima tugas tulisan tangan. "Sejak saat itu, di kelas saya, sekarang harus menulis (tangan)," serunya.
Tuti juga menegaskan bahwa teknologi AI membawa dampak buruk bagi jalannya proses pendidikan. Proses yang instan dan komplikasi masalah lainnya terkait legalitas, hak cipta dan sebagainya, terbukti membuat peserta didik menjadi lebih malas.
"Jelas bikin malas. Tapi sekali lagi saya tidak melarang. Boleh menggunakan AI dalam proses belajar, saya pun pakai. Tapi ada batasannya. Kalau hanya untuk menyiapkan atau mencari ide-ide, menelusuri materi awal, nggak masalah," kata dia
Terkait AI di sektor pendidikan, saat ini, pemerintah melalui Kemdiktisaintek diketahui telah mengeluarkan pedoman bagi para pendidik dalam penggunaan AI di lingkungan pendidikan.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
