
Ilustrasi TikTok saat ini dijadikan sebagai rujukan mencari informasi. (Search Engine Land)
JawaPos.com - Implementasi kepatuhan platform digital terhadap PP TUNAS mulai menunjukkan kemajuan yang kian nyata. Salah satu yang paling menonjol datang dari TikTok yang menjadi platform pertama melaporkan capaian kepatuhan secara terukur, yakni dengan menonaktifkan 1,7 juta akun milik pengguna di bawah usia 16 tahun.
Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan laporan sebelumnya pada 14 April 2026, ketika TikTok menutup sekitar 780 ribu akun anak.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai langkah ini sebagai sinyal bahwa implementasi PP TUNAS mulai bergeser dari sekadar komitmen menuju aksi nyata.
“Per hari ini, yang telah dinonaktifkan akun di bawah 16 tahun adalah 1,7 juta akun anak dari platform Tiktok,” jelasnya dalam Konferensi Pers Update Kepatuhan PP TUNAS di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (1/5).
Tak hanya soal penonaktifan akun, pemerintah bersama TikTok juga tengah merumuskan rencana aksi lanjutan yang lebih rinci dan terukur, termasuk penguatan penanganan kejahatan digital seperti praktik judi online di platform.
Meski mengapresiasi langkah tersebut, Meutya menegaskan bahwa kewajiban mematuhi PP TUNAS berlaku bagi seluruh platform digital, bukan hanya TikTok.
“Kami mengimbau para platform yang sudah mengatakan komitmen kepatuhannya untuk tidak berhenti di hanya komitmen kepatuhan, tapi untuk segera melapor langkah-langkah nyata yang sudah dilakukan kepada publik di Indonesia melalui Kementerian Komdigi,” tegas Meutya.
Baca Juga:Ramalan Zodiak Libra Besok Sabtu, 2 Mei 2026: Jaga Komunikasi, Peluang Datang Lewat Hubungan Sosial!
Ia juga mengingatkan agar seluruh platform segera menyerahkan laporan penilaian mandiri (self-assessment) sebelum tenggat 6 Juni 2026, guna mempercepat proses evaluasi yang dilakukan pemerintah.
“Jadi kalau yang belum silakan juga untuk segera memberikan self assessment-nya agar tidak bertumpuk di ujung, agar bisa disegerakan juga oleh penilaian-penilaian dari tim kami di Kementerian Komdigi,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Public Policy TikTok Indonesia, Hilmi Ardianto, menegaskan bahwa keamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama platform, termasuk melalui penerapan panduan komunitas dan kepatuhan terhadap regulasi di Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
