Ilustrasi pengguna AI Grok. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kontroversi kecerdasan buatan kembali memicu kegaduhan global. Sorotan kali ini mengarah ke Grok, AI milik X, yang dituding bisa dimanfaatkan untuk pornografi berbasis AI.
Fitur pembuatan dan pengeditan gambar Grok menuai kecaman luas. AI tersebut dinilai membuka ruang manipulasi foto orang nyata menjadi konten seksual tanpa persetujuan.
Gelombang protes datang dari berbagai negara. Isunya bukan sekadar teknologi, melainkan perlindungan korban, privasi, dan eksploitasi seksual digital.
Indonesia termasuk yang bereaksi cepat. Pemerintah melalui Komdigi memblokir akses Grok karena dianggap berisiko melanggar hukum dan norma.
Langkah tegas itu menjadi bagian dari tekanan global terhadap X. Pada 15 Januari pagi waktu Indonesia, X akhirnya mengumumkan pembatasan resmi terhadap Grok.
Melalui akun keselamatan platformnya, X menegaskan komitmen menjaga keamanan pengguna. Perusahaan menyatakan menerapkan nol toleransi terhadap eksploitasi seksual anak, ketelanjangan tanpa persetujuan, dan konten seksual yang tidak diinginkan.
X menyebut akan menghapus konten pelanggaran prioritas tinggi. Termasuk di dalamnya materi kekerasan seksual terhadap anak dan konten seksual non-konsensual.
Platform tersebut juga menegaskan akan menindak akun pelanggar. Akun yang terindikasi mencari materi eksploitasi seksual anak akan dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Dalam pembaruan kebijakannya, X mengumumkan penerapan langkah teknologi baru pada akun Grok. Akun tersebut kini tidak lagi diizinkan mengedit gambar orang nyata dengan pakaian terbuka seperti bikini.
Pembatasan ini berlaku untuk semua pengguna. Tidak ada pengecualian, termasuk bagi pelanggan berbayar.
Selain itu, pembuatan dan pengeditan gambar melalui akun Grok di X kini hanya tersedia bagi pelanggan berbayar. X menyebut kebijakan ini sebagai lapisan perlindungan tambahan agar penyalahgunaan bisa ditelusuri.
X juga menerapkan pemblokiran berbasis wilayah atau geoblock. Pengguna di negara yang melarang konten semacam itu tidak bisa membuat gambar orang nyata dengan bikini, pakaian dalam, atau busana sejenis.
Bagi Indonesia, kebijakan ini dinilai relevan dengan alasan pemblokiran Grok. Komdigi sebelumnya menilai moderasi Grok belum memadai untuk mencegah pornografi dan pelanggaran privasi.
Pemerintah Indonesia juga menegaskan pemblokiran bersifat sementara. Akses baru bisa dibuka jika platform menunjukkan perbaikan nyata dan perlindungan pengguna yang efektif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022