
Ilustrasi fraud dan kejahatan siber mengintai masyarakat di tengah berkembangnya tren belanja online. (Retail Customer Experience).
JawaPos.com-Ekonomi digital Indonesia tengah tumbuh pesat. Namun di saat bersamaan menghadapi ancaman serius yaitu kebocoran data pribadi yang kian meluas.
Dari sektor e-commerce hingga layanan publik, insiden pelanggaran privasi terus terjadi dan menggerus kepercayaan pengguna. Padahal, di era digital, kepercayaan adalah modal utama yang menentukan keberlanjutan ekonomi.
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha menilai lemahnya perlindungan data menjadi salah satu titik rapuh dalam strategi transformasi digital nasional.
“Data pribadi adalah aset ekonomi. Ketika bocor dan disalahgunakan, dampaknya bukan hanya pada individu, tapi juga kepercayaan pasar,” ujar Pratama kepada JawaPos.com.
Menurut dia, tanpa sistem perlindungan yang kuat, Indonesia berisiko menghadapi krisis kepercayaan digital. Masyarakat enggan menggunakan layanan daring karena takut datanya disalahgunakan.
Hal ini dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi digital yang kini menjadi tulang punggung pertumbuhan nasional, terutama di sektor keuangan, logistik, dan perdagangan elektronik.
Namun, hingga kini, Badan Pelindungan Data Pribadi (Badan PDP) yang diamanatkan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) belum juga dibentuk.
Ketiadaan lembaga pengawas membuat mekanisme audit dan kepatuhan data perusahaan tidak berjalan efektif.
Sementara itu, Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar teknis implementasi juga belum terbit, sehingga regulasi perlindungan data belum memiliki pijakan operasional yang jelas.
“Tanpa lembaga dan aturan turunan, UU PDP hanya menjadi simbol hukum. Ini berbahaya, karena industri digital membutuhkan kepastian regulasi untuk menjaga integritas data dan kepercayaan investor,” kata Pratama.
Uni Eropa melalui GDPR dan Singapura dengan PDPA membuktikan bahwa kejelasan regulasi justru memperkuat kepercayaan pasar.
“Kalau Indonesia ingin tetap kompetitif di kawasan, maka kepastian hukum dan perlindungan data harus menjadi prioritas. Tanpa itu, ekonomi digital kita hanya akan berdiri di atas fondasi yang rapuh,” tandas Pratama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
