
Jumpa pers peluncuran Dyna.AI di Jakarta. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Setelah era chatbot dan generative AI yang sempat mengguncang dunia digital, kini muncul tren baru hadir, Agentic AI. Berbeda dari AI generatif yang lebih fokus pada produksi konten, Agentic AI dirancang untuk memahami konteks, mengambil keputusan mandiri, dan bertindak secara intuitif layaknya asisten digital yang benar-benar proaktif.
Fenomena ini mulai menarik perhatian industri global, termasuk di Indonesia. Melihat peluang tersebut, Dyna.Ai, perusahaan AI-as-a-Service berbasis di Singapura, resmi meluncurkan operasionalnya di Tanah Air melalui acara Dyna Day 2025 di Jakarta.
Agentic AI adalah bentuk kecerdasan buatan yang lebih canggih dari AI generatif. Teknologi ini tidak hanya menghasilkan teks, suara, atau gambar, tetapi juga bisa mengambil keputusan secara otonom berdasarkan situasi nyata.
Dengan kata lain, Agentic AI bukan sekadar alat, melainkan mitra kerja digital yang bisa menganalisis masalah, menentukan solusi, dan mengeksekusinya.
“AI global diproyeksikan memberi kontribusi hingga USD 15,7 triliun bagi ekonomi dunia. Di Indonesia, potensinya mencapai 10% dari PDB nasional. Kita berada di posisi strategis untuk memimpin ‘Revolusi Nasional AI’ berbekal populasi besar dan percepatan adopsi digital,” jelas Andreas Tjendra, AI National Roadmap Advisor di Jakarta, Kamis (25/9) kemarin.
Potensi Agentic AI sangat besar di sektor keuangan dan asuransi. Menurut Saat Prihartono, Wakil Sekjen II Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), fintech lokal sudah siap mengadopsinya, meski masih terkendala talenta dan infrastruktur.
“Dengan Agentic AI, proses operasional bisa disederhanakan, produktivitas meningkat, dan interaksi dengan pelanggan lebih personal,” katanya.
Sementara itu, dr. Dian Budiani dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai Agentic AI dapat menjadi solusi atas tantangan industri asuransi, mulai dari kompleksitas klaim hingga rendahnya kepercayaan konsumen.
“Teknologi ini bisa mempercepat klaim, mendeteksi fraud lebih efektif, dan meningkatkan pengalaman nasabah,” ungkapnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dyna.Ai menghadirkan berbagai solusi seperti Agent Studio, Agent Store, TextGPT, VoiceGPT, hingga AvatarGPT, yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara cepat lintas bahasa dan platform.
“Kami menggabungkan praktik terbaik global dengan kebutuhan lokal. Agentic AI kami beradaptasi dengan konteks budaya dan realitas bisnis Indonesia,” jelas Lawrence Lu, Managing Director dan Head of Southeast Asia Dyna.Ai.
Kantor Dyna.Ai di Jakarta yang dibuka pada Juli 2025 akan difokuskan sebagai pusat inovasi dan kolaborasi dengan pelaku bisnis lokal.
“Inti transformasi digital bukan sekadar teknologi, tapi bagaimana AI bisa memberi nilai, membangun kepercayaan, dan menciptakan kemitraan jangka panjang,” tambah Lawrence.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
