
Ilustrasi data spasial. (Pinterest)
JawaPos.com - Integrasi data spasial menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan global, terutama terkait ketahanan pangan dan energi. Melalui data ini, para pengambil keputusan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi suatu wilayah.
Hal ini memungkinkan alokasi sumber daya menjadi lebih efisien dan tepat sasaran, sehingga dapat memperkuat pondasi ketahanan pangan dan energi secara menyeluruh.
Presiden Direktur PT Barrakusuma Spatial Teknologi (Barraslogi), Nikma Fista Safrina, menekankan bagaimana integrasi data spasial dapat mendukung ketahanan pangan dan energi dalam kerangka Indonesia Emas 2045.
“Melalui integrasi data spasial dan otomasi, kami ingin memperlihatkan bahwa geospasial berperan penting dalam memastikan keberlanjutan dan stabilitas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Nikma Fista Safrina dalam forum BarraSphere 2025 di Jakarta Selatan, Senin (15/9).
Pemanfaatan data spasial pun memungkinkan perencanaan yang lebih strategis, mulai dari identifikasi lahan pertanian yang paling produktif berdasarkan kondisi tanah dan iklim, hingga penentuan lokasi ideal untuk pembangunan infrastruktur energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya atau angin.
Dengan memantau kondisi secara real-time melalui data satelit dan sensor, sejumlah pihak dapat merespons perubahan dengan cepat, baik itu kekeringan, serangan hama, maupun fluktuasi pasokan energi. Pendekatan berbasis data ini menawarkan solusi yang presisi dan adaptif untuk memastikan ketersediaan pangan dan energi yang stabil di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Agus Budi Santosa, Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, menyoroti upaya pemulihan lahan hutan terdegradasi guna mendukung ketahanan pangan dan energi. Hal ini pula lah memerlukan integrasi data spasial.
Kemenhut sendiri telah mengintegrasikan data spasial melalui Sistem Informasi Geospasial (SIG) untuk memperkuat tata kelola hutan di Indonesia. Melalui sistem ini, berbagai data tematik kehutanan, seperti peta tutupan hutan, kawasan konservasi, izin konsesi, hingga perhutanan sosial, dihimpun dalam satu platform digital.
Integrasi ini memungkinkan pemerintah melakukan pemantauan kondisi hutan secara lebih akurat, cepat, dan transparan, sekaligus meminimalisasi tumpang tindih pemanfaatan lahan.
Melalui forum ini, Barraslogi ingin memperlihatkan bahwa teknologi geospasial tak hanya sebatas alat teknis. Namun juga termasuk solusi strategis untuk pembangunan nasional.
BarraSphere 2025 sendiri diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, menyatukan kepentingan industri, pemerintah, dan akademisi untuk bersama-sama memperkuat ketahanan pangan dan energi Indonesia.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
