Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Agustus 2025 | 20.08 WIB

Waspada Penipuan Digital: WhatsApp Tingkatkan Keamanan untuk Lindungi Pengguna dari Modus Baru

Ilustrasi: Fitur baru WhatsApp. (Istimewa). - Image

Ilustrasi: Fitur baru WhatsApp. (Istimewa).

JawaPos.com - Dalam era digital yang semakin berkembang, penipuan melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp terus menjadi ancaman serius. Setiap hari, para pelaku kejahatan siber menggunakan berbagai modus, mulai dari tawaran investasi cepat untung hingga skema piramida untuk menipu korban yang lengah. 

Menanggapi tren ini, WhatsApp memperkuat pertahanannya dengan menambahkan sejumlah fitur keamanan canggih yang bertujuan melindungi pengguna dari berbagai upaya penipuan.

WhatsApp kini mengandalkan teknologi machine learning untuk secara proaktif mendeteksi dan memblokir akun-akun penipuan secara massal. Teknologi ini bekerja di belakang layar, membantu menyaring aktivitas mencurigakan sebelum pengguna menjadi korban.

Selain itu, pengguna kini dapat memanfaatkan fitur keamanan tambahan seperti kartu konteks, yang memberikan informasi lebih saat menerima pesan dari nomor tak dikenal, fitur blokir dan lapor, serta mode senyap untuk penelepon asing. 

WhatsApp juga menambahkan kontrol privasi yang memungkinkan pengguna menentukan siapa saja yang bisa menambahkan mereka ke dalam grup.

Selain itu, untuk melindungi pengguna dari dimasukkan ke grup mencurigakan oleh orang tak dikenal, WhatsApp kini menampilkan notifikasi keamanan. 

Pengguna akan diberi tahu tentang grup tersebut, termasuk siapa yang menambahkan mereka, dan dapat langsung keluar tanpa membuka percakapan. Notifikasi akan dibisukan otomatis hingga pengguna memutuskan untuk tetap tinggal atau meninggalkan grup tersebut.

Menangkal Penipuan Lintas Platform

Penipu kerap memulai aksinya dari platform lain, lalu mengarahkan korban untuk melanjutkan obrolan pribadi via WhatsApp. Untuk mengatasi hal ini, WhatsApp menghadirkan peringatan saat pengguna mencoba mengirim pesan ke seseorang yang tidak ada dalam kontak mereka.

Peringatan ini dilengkapi informasi tambahan agar pengguna lebih waspada sebelum melanjutkan percakapan dengan pihak yang berpotensi berbahaya.

Kemudian, dalam upaya lebih luas melawan jaringan penipuan yang terorganisir, terutama yang beroperasi di Asia Tenggara, WhatsApp dan Meta telah berhasil memblokir lebih dari 6,8 juta akun hanya dalam enam bulan pertama tahun ini. 

Banyak dari akun tersebut diketahui terhubung dengan pusat penipuan yang kerap melibatkan praktik kerja paksa. WhatsApp bekerja sama dengan penegak hukum dan menggunakan data investigasi internal untuk menghentikan akun-akun ini secara proaktif.

"Melalui berbagai pembaruan ini, WhatsApp berupaya menciptakan ruang komunikasi yang lebih aman dan nyaman," catat pihak WhatsApp terkait fitur barunya.

Namun, pada akhirnya, kewaspadaan pengguna tetap menjadi pertahanan pertama melawan berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore