
Ilustrasi: Fitur baru WhatsApp. (Istimewa).
JawaPos.com - Dalam era digital yang semakin berkembang, penipuan melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp terus menjadi ancaman serius. Setiap hari, para pelaku kejahatan siber menggunakan berbagai modus, mulai dari tawaran investasi cepat untung hingga skema piramida untuk menipu korban yang lengah.
Menanggapi tren ini, WhatsApp memperkuat pertahanannya dengan menambahkan sejumlah fitur keamanan canggih yang bertujuan melindungi pengguna dari berbagai upaya penipuan.
WhatsApp kini mengandalkan teknologi machine learning untuk secara proaktif mendeteksi dan memblokir akun-akun penipuan secara massal. Teknologi ini bekerja di belakang layar, membantu menyaring aktivitas mencurigakan sebelum pengguna menjadi korban.
Selain itu, pengguna kini dapat memanfaatkan fitur keamanan tambahan seperti kartu konteks, yang memberikan informasi lebih saat menerima pesan dari nomor tak dikenal, fitur blokir dan lapor, serta mode senyap untuk penelepon asing.
WhatsApp juga menambahkan kontrol privasi yang memungkinkan pengguna menentukan siapa saja yang bisa menambahkan mereka ke dalam grup.
Selain itu, untuk melindungi pengguna dari dimasukkan ke grup mencurigakan oleh orang tak dikenal, WhatsApp kini menampilkan notifikasi keamanan.
Pengguna akan diberi tahu tentang grup tersebut, termasuk siapa yang menambahkan mereka, dan dapat langsung keluar tanpa membuka percakapan. Notifikasi akan dibisukan otomatis hingga pengguna memutuskan untuk tetap tinggal atau meninggalkan grup tersebut.
Menangkal Penipuan Lintas Platform
Penipu kerap memulai aksinya dari platform lain, lalu mengarahkan korban untuk melanjutkan obrolan pribadi via WhatsApp. Untuk mengatasi hal ini, WhatsApp menghadirkan peringatan saat pengguna mencoba mengirim pesan ke seseorang yang tidak ada dalam kontak mereka.
Peringatan ini dilengkapi informasi tambahan agar pengguna lebih waspada sebelum melanjutkan percakapan dengan pihak yang berpotensi berbahaya.
Kemudian, dalam upaya lebih luas melawan jaringan penipuan yang terorganisir, terutama yang beroperasi di Asia Tenggara, WhatsApp dan Meta telah berhasil memblokir lebih dari 6,8 juta akun hanya dalam enam bulan pertama tahun ini.
Banyak dari akun tersebut diketahui terhubung dengan pusat penipuan yang kerap melibatkan praktik kerja paksa. WhatsApp bekerja sama dengan penegak hukum dan menggunakan data investigasi internal untuk menghentikan akun-akun ini secara proaktif.
"Melalui berbagai pembaruan ini, WhatsApp berupaya menciptakan ruang komunikasi yang lebih aman dan nyaman," catat pihak WhatsApp terkait fitur barunya.
Namun, pada akhirnya, kewaspadaan pengguna tetap menjadi pertahanan pertama melawan berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
