JawaPos.com - Toyota Kijang Innova khususnya yang varian bermesin diesel banyak dicari unit bekasnya. Begitu juga dengan SUV Fortuner yang bermesin diesel, mobil bekasnya jadi incaran sebab tren "cumi darat" yang lagi naik daun di kalangan modifikator dan tuner mobil Tanah Air.
Namun membeli mobil bekas diesel, khususnya Innova diesel dan Fortuner diesel, diperlukan ketelitian lebih. Sebab, mobil dengan mesin diesel, apalagi yang sudah turbo, memiliki kecenderungan perawatan yang rumit jika sudah lebih dari lima tahun atau kilometernya sudah gondrong.
Terutama bagian turbonya. Kalau sudah rusak atau minta diservis, biaya perbaikan atau penggantiannya lumayan. Bisa bikin boncos pemiliknya karena harganya yang mahal.
Ciri atau gejala mobil bekas Innova dan Fortuner diesel yang mengalami kerusakan di bagian turbonya gampang untuk dikenali. Gejala ini mungkin jadi yang paling bisa langsung dirasakan oleh pengendara.
Misalnya, ketika terjadi masalah pada turbo berakibat pada akselerasi mesin yang menjadi lambat. Ketika mobil dipacu pada kecepatan tinggi, pengendara akan merasakan kesulitan untuk mempertahan kecepatan.
Hal ini disebabkan karena mobil dengan mesin turbo biasanya memiliki mesin yang cenderung lebih kecil dari mobil non-turbo. Sehingga saat terjadi kerusakan pada turbo, beban yang ditanggung mesin jadi terlalu besar.
Ciri-ciri lain kerusakan turbo mobil diesel yang bisa langsung dikenali yaitu terdengar bunyi mesin yang lebih bising dari pada biasanya. Adanya turbo diesel ini sebenarnya akan membuat suara mesin menjadi tidak terdengar dan lebih senyap.
Namun, bila komponen turbo diesel rusak maka suara yang ditimbulkan akan lebih keras dari sebelumnya. Suara yang timbul ini biasanya akan mirip seperti suara bor gigi, berdengung. Hal ini biasanya akan disebabkan oleh bagian seal yang retak atau juga bisa dipicu oleh komponen lainnya yang terganggu.
Kalau sudah merasakan ciri tersebut saat hunting Innova atau Fortuner diesel bekas, sebaiknya langsung ditinggal saja. Gejala atau ciri lainnya yakni mesin ngobos atau ngempos.
Hal ini lantaran oli mesin akan ikut terbakar bahkan dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Selain akan membuat oli mesin cepat habis, dan bila tidak disadari bisa membuat aus komponen mesin, masuknya oli ke ruang bakar juga akan menyebabkan pembakaran mobil jadi tidak sempurna.
Ciri tersebut bisa dikenali dari knalpot yang mengeluarkan asap berlebihan dan tidak seperti umumnya. Selain itu, asap yang keluar ini biasanya akan cenderung berwarna abu-abu yang dihasilkan dari pembakaran oli yang kemudian masuk ke bagian turbo.