Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juli 2024 | 23.15 WIB

Potensi Platform Crowdfunding Masih Besar, Eks Menkominfo Rudiantara Ungkap Manfaatnya

Menkominfo periode 2014-2019 Rudiantara ditemui di Jakarta, Jumat (26/7). (RianAlfianto/JawaPos.com). - Image

Menkominfo periode 2014-2019 Rudiantara ditemui di Jakarta, Jumat (26/7). (RianAlfianto/JawaPos.com).

JawaPos.com - Pernahkan Anda merasa butuh bantuan dana, tapi tidak tahu harus cari kemana? Mungkin metode crowdfunding bisa jadi solusinya. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, arti crowdfunding adalah urun dana. 
 
Crowdfunding sebagaimana artinya merupakan cara untuk mengajak berbagai macam orang untuk mengumpulkan dana demi tujuan tertentu. Mulai dari tujuan sosial, pendidikan, sampai kebencanaan, saat ini peminat crowdfunding tumbuh terus.
 
Umumnya, crowdfunding dipilih oleh khalayak karena metodenya yang cukup mudah dan tidak memakan biaya besar. Siapapun bisa mengajukan crowdfunding atau urun dana asalkan bisa mempertanggungjawabkannya.
 
 
Berdasarkan Kamus Cambridge, dilansir via laman OCBC, pengertian crowdfunding adalah suatu kegiatan mengajak orang untuk mengumpulkan uang dengan jumlah beragam sebagai sumber pendanaan proyek tertentu. Umumnya bisa dilakukan secara offline maupun online.
 
Misalnya gini, untuk tujuan pendidikan, Anda ingin melanjutkan studi tapi tidak memiliki dana yang cukup untuk melaksanakannya. Anda bisa menggunakan metode crowdfunding untuk mengumpulkan dana dari donatur, sehingga niat tersebut bisa terlaksana.
 
Di Indonesia sendiri, saat ini ada banyak platform crowdfunding yang bermunculan. Ditemui JawaPos.com di kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (26/7), Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) periode 2014-2019 Rudiantara mengungkapkan bahwa saat ini, potensi platform crowdfunding masih besar. 
 
Apalagi jika tujuannya adalah sosial, seperti kebencanaan, kesehatan dan pendidikan. Menurut Rudiantara yang saat ini aktif di berbagai kegiatan seperti fintech, startup dan kegiatan sosial lainnya, hadirnya platform-platform crowdfunding ini bisa membawa manfaat.
 
 
"Kalau saya lihat, makin banyak crowdfunding, berbasis teknologi makin bagus. Karena kan itu sektor informal ya, yang formal kan, kalau untuk pendidikan ada dari pemerintah dan APBN, tapi dengan crowdfunding kita bisa gotong royong. Jadi nggak hanya pemerintah saja, masyarakat juga bisa ikutan," jelas Rudiantara kepada JawaPos.com.
 
Manfaat lainnya dari kehadiran platform crowdfunding selain bisa membantu untuk berbagai sektor seperti kemanusiaan dan pendidikan, menurut Rudiantara juga bisa membantu masyarakat yang kurang mampu untuk meningkatkan literasi. 
 
"Ya crowdfunding itu kan urun dana ya, jadi untuk tujuan apa. Kebanyakan kan sosial, tapi bisa lebih jauh juga, awalnya sosial, tapi bisa juga sekarang untuk meningkatkan literasi masyarakat, misalnya keuangan, dan lain-lain," lanjut Rudiantara.
 
Saat ini, platform crowdfunding yang populer adalah Benihbaik dan Kitabisa. Lainnya ada lagi, ada yang dikelola oleh badan pemerintah dan masyarakat secara swadaya. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Rudiantara menghadiri acara bertajuk BISA Project, program persiapan masuk kuliah untuk pelajar kurang mampu dari Kitabisa dan LAZNAS Salam Setara yang mengumumkan kelulusan 69% pesertanya di universitas negeri terbaik di Indonesia. 
 
 
Sebanyak 88 dari 128 peserta berhasil lulus tes seleksi masuk universitas negeri seperti UI, UGM, ITB, IPB, Brawijaya, Airlangga, UNS, UNDIP, ITS, dan UPI Bandung. BISA Project memberikan pendampingan persiapan masuk kuliah secara online dan offline kepada pelajar dari berbagai kota Indonesia dari keluarga kurang mampu. 
 
Dari 2.000 peserta yang mendaftar, terpilih 128 peserta untuk mengikuti program ini. Para peserta diberikan pembinaan, akses ke platform belajar online, intensive camp hingga bantuan kuota internet untuk belajar sejak bulan Januari hingga Juli 2024. 
 
“Alhamdulillah, hari ini kami dengan bangga mengumumkan kelulusan adik-adik peserta BISA Project. Ini program pendampingan belajar pertama kali yang kami buat bersama Kitabisa yang sejalan dengan komitmen SDGs ke-4, yaitu pendidikan berkualitas,” ujar Direktur Eksekutif LAZNAS Salam Setara Ahmad Mujahid.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore