
Kucing Dianggap sebagai Binatang yang Memiliki banyak Ekspresi (oasy.com)
JawaPos.com - Para ilmuwan sekarang menggantungkan harapan pada kecerdasan buatan untuk mengurai pesan-pesan yang disampaikan oleh hewan, seperti suara mengeong yang tidak terduga, pose yang aneh, atau kedutan kumis yang tidak biasa.
Daniel Mills, seorang profesor kedokteran perilaku hewan di Universitas Lincoln, menyatakan bahwa kita dapat menggunakan teknologi AI untuk memahami lebih banyak tentang apa yang ingin disampaikan oleh hewan kepada kita.
Teknologi baru ini diharapkan dapat mengartikan isyarat vokal dan fisik hewan, membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam tentang komunikasi antara manusia dan hewan.
Dilansir dari Theguardian Jumat (15/12), para peneliti telah mengungkap bahwa kucing memiliki 276 ekspresi wajah yang beragam saat berinteraksi dengan sesama kucing, membuka cakrawala baru dalam pemahaman tentang kompleksitas komunikasi non-verbal di antara mereka.
Dr. Brittany Florkiewicz, seorang asisten profesor psikologi di Lyon College di Arkansas, mengungkapkan bahwa ekspresi wajah kucing terhadap manusia berbeda dengan yang ditunjukkan kepada sesama kucing.
Menurut Mills, profesor kedokteran perilaku hewan di Universitas Lincoln, penelitian terbaru menyoroti kompleksitas ekspresi wajah kucing, dan teknologi AI dapat membantu mengklasifikasikan gambar untuk memahami fitur-fitur spesifik yang mencerminkan emosi tertentu.
Mills juga menyoroti pendekatan modern yang memungkinkan AI membuat aturan klasifikasinya sendiri, membuka potensi wawasan baru dalam memahami ekspresi kucing.
Mills dan timnya telah menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menghapus keadaan emosional tertentu dari ekspresi wajah pada kucing, anjing, dan kuda.
Mereka melihat potensi teknologi AI dalam memahami komunikasi hewan dan menjaga kesejahteraan hewan, seperti memantau wajah sapi untuk tanda-tanda kesakitan saat memerah susu.
Briefer, anggota tim, berharap menggabungkan analisis postur dan ekspresi tubuh babi berbasis AI untuk memahami lebih lanjut komunikasi hewan.
Penggunaan AI untuk memahami vokalisasi dan perilaku hewan juga memiliki implikasi dalam konservasi dan dapat memberikan wawasan tentang biologi dan psikologi dasar, termasuk asal usul sifat manusia.
Meskipun potensi besar ini diakui, para peneliti juga menyoroti pentingnya standar etika dalam pekerjaan semacam ini untuk mencegah bahaya atau penyalahgunaan yang tidak disengaja.
Pentingnya mengembangkan kecerdasan buatan (AI) dalam memahami ekspresi binatang mencerminkan dampak positifnya terhadap dua aspek penting: pengetahuan ilmiah dan aplikasi industri komersial.
Pertama-tama, kemajuan dalam memahami bahasa tubuh dan ekspresi binatang dapat memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman ilmiah tentang perilaku dan kesejahteraan hewan.
Melalui analisis yang lebih mendalam, kita dapat menggali informasi baru tentang kehidupan emosional dan sosial mereka, yang dapat memberikan dasar untuk upaya konservasi dan perlindungan spesies.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
