Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Mei 2023 | 02.55 WIB

Dampak Perusakan BTS oleh Satpol PP Badung, Jaringan XL Axiata Cuma Bisa Buat Nelpon

Ilustrasi pemeliharaan menara BTS.

 
JawaPos.com - Operator telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) sebelumnya menyesalkan terjadinya pembongkaran menara telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) secara sepihak oleh Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Badung, Bali. Insiden ini membuat perangkat telekomunikasi milik Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Smartfren yang menggunakan infrastruktur milik anggota Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) terganggu.
 
Terbaru, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa menjelaskan, buntut dari perusakan BTS di wilayah tersebut membuat jaringan XL Axiata di wilayah sekitar Badung hanya bisa digunakan untuk menelepon. Diketahui, akibat hal ini menyisakan jaringan 2G atau EDGE saja.
 
"Kami menjadi yang sangat terdampak (akibat pembongkaran BTS di Badung, Bali) dibandingkan dengan operator lain. Salah satunya karena jaringannya cukup banyak di sana," terang Gede di sela-sela paparan media setelah RUPS Tahunan XL Axiata, Jumat (5/5).
 
Gede menambahkan, sejatinya masalah ini merupakan masalah lama yang tidak jelas arah penyelesaiannya. Menurut Gede, sengketa menara BTS ini sudah ada sejak 2009 lalu dan selalu tidak jelas akhirnya.
 
"Terlepas dari unsur apa di balik layar, kami sebagai operator, terutama Xl Axiata sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pihak yang menyegel maupun membongkar BTS kami," lanjut Gede.
 
Gede menyebut baru saja kembali dari Bali dan melewati daerah tersebut. Pada beberapa titik ada yang menyediakan layanan 2G maupun EDGE, padahal berada di jalur yang ramai dan padat.
 
Gede juga menjelaskan masalahnya bukan hanya terkait pendapatan. Perusakan BTS ini sangat berdampak pada layanan ke masyarakat dan mengembalikan kepercayaan mereka.
 
Dalam beberapa laporan, Gede melanjutkan, ada masyarakat yang sudah berpindah ke operator lainnya. Ini membuat pelanggan mereka kembali ke XL sangat sulit.
 
"Ada lebih dari 10 BTS kita yang dibongkar per sekarang. Kerugian material belum kita hitung. Tapi imaterial, mengembalikan kepercayaan ke masyarakat atau subscriber ke XL, saya sudah dapat laporan 'pak sudah banyak beralih ke operator lain kebetulan tidak di situ," jelasnya.
 
Untuk masalah ini dia berharap agar segera ada solusi. "BTS kita operasional kembali dan layanan pulih secara normal. Biarpun BTS beroperasi kembali membalikkan subscriber tidak sebulan dua bulan," pungkas Gede.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore