Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Januari 2023 | 01.30 WIB

Saingi ARM, Google Dukung Pembuatan Arsitektur Chip Baru RISC-V

Foto: Ilustrasi: Google mendukung pembuatan arsitektur chip baru RISC-V. (World Atlas). - Image

Foto: Ilustrasi: Google mendukung pembuatan arsitektur chip baru RISC-V. (World Atlas).

JawaPos.com - Google secara resmi mengumumkan bahwa Android akan mendukung arsitektur set instruksi RISC-V. Pengumuman tersebut disampaikan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) RISC-V bulan lalu.

Buat yang masih awam, RISC-V adalah arsitektur Reduced Instruction Set Computer V, sebuah standar terbuka atau open source dan bebas digunakan tanpa biaya lisensi atau royalti. RISC-V ini adalah pesaing arsitektur ARM dan x86, tempat perusahaan dapat membuat chipset, khususnya perusahaan yang ingin membuat prosesor murah atau mengurangi ketergantungan mereka pada desain ARM, Intel atau AMD.

Saat ini, pengembang dapat mengunduh versi Android untuk RISC-V yang sangat terbatas, tetapi tidak mendukung Android Runtime (ART) untuk beban kerja bahasa pemrograman Java. Sebagian besar aplikasi Android dikirimkan dalam kode Java, artinya saat ini, hampir tidak ada aplikasi yang mendukung RISC-V di Android.

Dilansir via ArsTechnica, Google mengatakan kalau dukungan emulator resmi akan segera hadir, sementara dukungan ART akan tiba sekitar kuartal satu 2023 ini. Dukungan ART akan menerjemahkan Java untuk RISC-V sehingga sebagian besar aplikasi Android bisa bekerja tanpa upaya ekstra dari pengembang.

Dukungan arsitektur chip baru oleh Google memang bukan tanpa alasan. ARM dinilai berkinerja buruk selama beberapa tahun terakhir, terlebih pemilik ARM Softbank, memasang tanda "untuk dijual" di perusahaan chip seluler terbesar di dunia dan mulai mengadakan rapat penjualan.

Alasan lain untuk menghentikan ARM adalah perang dagang AS-Tiongkok , khususnya bahwa perusahaan Tiongkok (dan pemerintah Tiongkok) sangat ingin menjauhkan diri dari teknologi Barat. Tahun 2019 dan 2020 melihat pemerintah AS secara sistematis menghancurkan salah satu perusahaan teknologi terbesar Tiongkok yakni Huawei, dengan sanksi perdagangan.

Salah satu senjata terbesar yang digunakan adalah ARM, yang terpaksa memutuskan hubungannya dengan Huawei selama beberapa bulan. ARM secara teknis sebuah perusahaan Inggris di bawah kepemilikan perusahaan investasi Jepang awalnya memutuskan desainnya tunduk pada hukum ekspor AS namun kemudian berubah pikiran.

 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore