
Photo
JawaPos.com - PT Bosnet Distribution Indonesia memperkenalkan platform Bosnet Next Generation Ecosystem (NGE). Platform tersebut dapat menghubungkan semua stakeholder dari industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods) agar dapat memiliki proses distribusi logistik yang terintegrasi dengan biaya lebih terjangkau dan transparan.
Sebagai informasi, Bosnet pada 2017 lalu diakuisisi PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) melalui anak perusahaanya, PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma). Dengan akusisi ini, perusahaan secara keseluruhan bisa mengembangkan bisnis E-Logistic untuk mendukung aneka bisnis dan anak usaha seperti ICT solution, bisnis UKM, E-Commerce, payment gateway dan big data analytics.
Founder Bosnet, Ari Royce Hidayat mengatakan, selama lima tahun terakhir, channel online order di FMCG berkembang sangat pesat, dan semua pihak yang tidak mengadopsi channel ini akan tertinggal. Pada saat bersamaan, industri FMCG menghadapi besar dari sisi logistik karena biaya untuk memenuhi online order tersebut naik menjadi empat hingga enam kali lipat.
"Satu-satunya solusi untuk menjawab tantangan ini adalah dengan menciptakan suatu platform untuk sharing distribution yang memungkinkan prinsipal FMCG menggandakan order mereka dengan biaya yang berkurang setengahnya serta menambah keberadaan area logistik hanya dengan satu klik. Inilah alasan Bosnet NGE diciptakan," kata Ari kepada wartawan di Jakarta.
Bosnet yang terpilih sebagai Microsoft Indonesia Independent Software Vendor Partner of the Year pada tahun 2021, menciptakan layanan sharing logistic ke prinsipal FMCG dengan memungkinkan terhubungnya keseluruhan proses logistik dan distribusi mulai dari order, cashless payment, hingga kemampuan untuk melakukan paylater.
Secara teknis, platform ini diklaim memungkinkan principal FMCG untuk menggandakan pesanan dengan biaya separuh lebih rendah, serta memperluas cakupan area logistik dengan satu klik. Hal ini, jelas Ari, menjadi alasan Bosnet NGE diciptakan.
Platform ini mengusung metode software as a service (SaaS), menghadirkan kemudahan penggunaan bagi pengguna tanpa perlu mengkhawatirkan infrastruktur server pendukung.
Bosnet mengungkap bahwa sejak diperkenalkan pada tahun 2012 lalu, Bosnet NGE telah digunakan oleh lebih dari 30 principal FMCG dengan lebih dari 1.200 distributor dan grosir di Tanah Air, dengan nilai transaksi mencapai Rp 100 triliun.
Prinsipal FMCG pengguna platform Bosnet tersebut meliputi perusahaan nasional dan multinasional, dari industri makanan, minuman, dan kesehatan. Via Bosnet NGE, Bosnet menjanjikan transparansi biaya berdasarkan yang terjadi di platformnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
