
Pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis teknologi Virtual Reality (VR) di SMK NU Miftahul Huda, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Istimewa)
JawaPos.com - Teknologi Virtual Reality (VR) semakin marak diterapkan di sekolah. Salah satunya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar antara siswa dan guru. Inilah yang mulai diterapkan di SMK NU Miftahul Huda.
Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu menggelar pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis VR beberapa waktu lalu. Pihak sekolah bekerja sama dengan Millealab, sebuah perusahaan rintisan dari Indonesia yang fokus pada teknologi VR untuk pendidikan. Para guru di SMK NU Miftahul Huda dikenalkan teknologi VR dengan metode yang mudah, murah, dan menyenangkan.
Managing Director Millealab Andes Rizky menerangkan, dengan menggunakan VR para guru dapat membuat banyak simulasi materi ajar yang selama ini sulit untuk dijelaskan kepada murid-murid. "Penggunaan teknologi VR dalam pengajaran dapat meningkatkan konsentrasi peserta didik hingga enam kali lipat berdasarkan penelitian dari Universitas Saga, Jepang," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/11).
Dia menilai, teknologi VR sangat cocok dipakai di negara yang mempunyai tingkat desentralisasi fasilitas pendidikan yang rendah seperti Indonesia. "Dengan VR, investasi alat peraga dan laboratorium dapat ditekan hingga 90 persen, sehingga pemerataan fasilitas alat peraga dapat dengan mudah dicapai," ujarnya.
SMK NU Miftahul Huda menggunakan perangkat lunak VR berbasis cloud buatan Millealab, yang dikeluarkan oleh Shinta VR. Shinta VR merupakan perusahaan pionir pengembang konten VR dan terdepan di Indonesia yang memanfaatkan secara optimal teknologi VR untuk semua lini industri.
Saat ini Shinta VR sendiri telah mempunyai produk VR platform berbasis cloud yang berisi ribuan asset 3D, VR drag and drop interaction panel. Semua guru dapat membuat bahan ajar maupun bahan pengujian berbasis VR tanpa koding, laptop mahal, dan render yang memakan waktu lama.
“Dengan menggunakan software ini, para guru dapat membuat konten bahan ajar berbasis VR sendiri tanpa harus melakukan programming dan tanpa harus memiliki komputer dengan spesifikasi tinggi. Jadi teknologi VR yang sampai saat ini dikenal susah dan mahal, menjadi sangat mudah dan murah,” jelas Andes.
Hingga saat ini Millealab mengklaim telah diakses oleh lebih dari 900 guru di lebih dari 300 sekolah di Indonesia melalui program workshop VR yang bekerja sama dengan banyak pihak. Di antaranya, SEAMOLEC, IGI (Ikatan Guru Indonesia), dan sebagainya. "Ini sudah menjadi visi kami untuk memberikan solusi teknologi Virtual Reality untuk pendidikan di Indonesia. Harapan kami kedepannya semoga kami dapat terus menebar manfaat bagi pendidikan di Indonesia dan mewujudkan edukasi 4.0 sesuai arahan Kemdikbud ada di sini, bersama Millealab,” pungkas Andes.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
