
Ilustrasi: internet. Kecepatan internet Indonesia kalah dengan Malaysia.
JawaPos.com - Hasil riset terbaru mengungkap kecepatan internet di Indonesia masih kalah dari Malaysia. Negeri Jiran itu diklaim memiliki jaringan seluler yang lebih cepat dan lebih konsisten daripada Thailand, Filipina, dan Indonesia.
Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman ZDNet, Senin (4/2), riset tersebut dilakukan perusahaan pengukuran kualitas seluler Tutela. Tutela menyebut bahwa Malaysia memiliki kecepatan unduh rata-rata tercepat termasuk 3G dan 4G, yakni pada 11,1 Mbps dengan skor terendah rata-rata 4,3 Mbps dari provider U Mobile. Pemegang tittle provider dengan kecepatan internet tertinggi di Malaysia adalah Celcom dengan 14,8 Mbps Celcom, Maxi dengan 13,6 Mbps, dan Maxis dengan 13,3 Mbps. Menurut Tutela, Indonesia memiliki kecepatan rata-rata tercepat kedua, pada 8,3 Mbps; Filipina ketiga pada 8,1 Mbps; dan Thailand paling lambat, pada 6 Mbps.
Untuk konsistensi, Tutela menguji seberapa sering jaringan seluler mencapai tolok ukur kecepatan 4 Mbps turun dan 2 Mbps naik, kehilangan paket 0 persen, dan latensi kurang dari 50 milidetik. Malaysia kembali menjadi yang pertama dengan 56,9 persen koneksi memenuhi kebutuhan ini. Diikuti oleh Thailand 45,3 persen; Indonesia 40,1 persen; dan Filipina sebesar 33,3 persen.
Di seluruh operator Malaysia, Maxis menempati peringkat pertama dengan konsistensi 68,9 persen dalam kategori sangat baik; Celcom kedua dengan perolehan 61,6 persen; DiGi ketiga pada 57,5 persen; dan U Mobile keempat, yakni 33 persen. "Malaysia memiliki kualitas konsisten terbaik dari negara mana pun, dan skor Maxis sebesar 69 persen adalah yang terbaik dari semua operator di wilayah ini," kata laporan itu.
Di Indonesia, Telkomsel menempati posisi pertama dengan skor kualitas konsisten 57,8 persen; diikuti oleh XL Axiata dengan 45,9 persen; Indosat Ooredoo dengan 35,3 persen; 3 (Tri) dengan 34,4 persen; dan Smartfren dengan 32,6 persen. "Telkomsel di Indonesia telah banyak berinvestasi dalam infrastruktur 4G dan hasilnya jelas. Para penggunanya memiliki jangkauan terbaik, kecepatan unduh, dan kualitas yang konsisten di negara ini," terang laporan Tutela lagi.
Untuk perusahaan telekomunikasi Filipina, Smart memiliki skor kualitas yang konsisten 48,8 persen, sedangkan Globe hanya 23,8 persen. Di Thailand, TrueMove memiliki skor konsistensi 49,3 persen berkat investasinya dalam spektrum 4G; DTAC memiliki skor 45,6 persen; TOT melihat 45 persen; dan AIS melihat 40,1 persen.
"Di wilayah di mana 90 persen akses internet melalui smartphone, operator nirkabel berada di bawah tekanan untuk menjamin tingkat kinerja yang lebih tinggi," kata Wakil Presiden Tutela Tom Luke. "Kami telah mampu menganalisis kualitas seluler yang dialami di seluruh wilayah, dari kota besar hingga desa kecil, memberikan gambaran yang benar dan seimbang tentang pengalaman yang diperoleh pengguna seluler," sambungnya.
Untuk metodenya, Tutela menyebut bahwa lebih dari 85 miliar pengukuran jaringan seluler antara 1 Desember 2018 dan 9 Januari 2019, dengan 10 juta perangkat seluler yang digunakan untuk survei terebut. Perangkat lunak pengujian kualitas jaringan Tutela beroperasi di background pada 3.000 lebih aplikasi pihak ketiga.
Menurut Tutela, hasilnya berbeda dari perusahaan pengukuran jaringan lain karena mengukur penggunaan khas daripada mengukur kinerja puncak dalam kondisi ideal. "Kami menggunakan file 2 MB untuk melakukan pengujian unduhan kami dan file 1 MB untuk melakukan pengujian unggahan kami. Tutela menggunakan perangkat lunak yang diinstal pada lebih dari 3.000 aplikasi mitra untuk menyelesaikan pengujian ringan dan sering sekitar 2 MB," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
