
Peserta Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) meluncurkan roket air di komplek Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-Iptek) Kemenristekdikti di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta (26/8).
JawaPos.com - Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-Iptek) Kemenristekdikti kembali menggelar Kompetisi Roket Air Regional (KRAR). Pada hari kedua pelaksanaan peluncuran Minggu (26/8), kompetisi berlangsung seru. Pemenangnya akan diadu kembali ke ajang Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN).
Direktur PP-Iptek KemenristekdiktiMochammad Syachrial Annas menuturkan tahun ini ada peningkatan jumlah peserta maupun sekolah. "Tahun ini jumlah pesertanya 438 siswa dari 96 sekolah," katanya di PP-Iptek TMII Minggu (26/8). Syachrial mengatakan KRAR kali ini diikuti peserta dari Jabodetabek, Serang, dan Cilegon.
Sedangkan tahun lalu KRAR untuk regional yang sama diikuti 352 orang dari 52 sekolah. Syachrial bersyukur karena setiap tahun minat siswa mengikuti ajang ini mengalami peningkatan. Itu menandakan minat siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi juga mengalami peningkatan.
Secara teknis roket air yang digunakan menggunakan botol air mineral atau minuman bersoda. Kemudian diberi sayap di bagian ekornya. Jumlah sayapnya ada yang tiga buah dan empat buah. Kemudian botol itu diisi air, lalu diluncurkan melalui alat tekanan.
Targetnya adalah lingkaran merah yang berjarak sekitar 50 meter dari titik peluncuran roket air. Semakin dekat roket air jatuh dari lingkaran merah, maka nilainya semakin besar. Tapi sayang banyak roket air peserta yang jatuh jauh dari titik sasaran.
Lebih lanjut Syachrial mengatakan konsep peluncuran roket air menggunakan teori fisika. Khususnya rumus Newton. "Di sekolah konsep dan praktik roket air sudah diajarkan," katanya. Sebab ketika digelar workshop pembuatan roket air pada Sabtu (25/8) lalu, sudah banyak peserta yang tidak mengalami hambatan dalam membuat roket. Dalam workshop yang berdurasi sekitar 45 menit itu, peserta sudah bisa merakit roket air.
Syachrial menjelaskan lomba roket air digelar untuk mengakomodasi ketertarikan siswa terhadap sains. Selain itu diharapkan menumbuhkan ketertarikan anak-anak kepada teknologi kedirgantaraan dan antariksa. Selain ini, PP-Iptek bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga menggelar lomba membuat antena penangkap sinyal satelit Lapan. Diantara kriterianya adalah antena yang rapi dan presisi. Selain itu juga menggelar lomba membuat pesawat karet bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia (DI). (wan/JPC)

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
