
Marcelus Ardiwinata, Commerce & Network Director FiberStar (kiri) dan CEO Mustikaland Development, David Sudjana (kanan). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah era ketika hampir seluruh aktivitas sehari-hari terhubung dengan internet, mulai dari mengerjakan tugas sekolah anak, berbelanja daring, bekerja dari rumah, hingga mengoperasikan perangkat smart home, ketersediaan koneksi yang cepat dan stabil telah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap rumah tangga.
Bagi banyak keluarga, kualitas sebuah hunian kini tak lagi dinilai hanya dari fasilitas fisik yang tersedia, melainkan juga dari kesiapan infrastruktur digital yang mampu mendukung gaya hidup modern dan serba terkoneksi.
Menariknya, bahkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini juga tengah merambah industri hunian modern. Hal ini tercermin pada kawasan hunian Mustikaland yang merupakan kolaborasi antara PT Mega Akses Persada (FiberStar) dan PT Cyberindo Aditama (CBN).
Marcelus Ardiwinata, Commerce & Network Director FiberStar, menjelaskan, otomatisasi AI di kawasan tersebut sendiri menggunakan sistem Network Management System (NMS).
“Jadi gini, untuk otomatisasi maka kita menggunakan sistem NMS. Network Management System itu punya koleksi data yang kita bisa gunakan AI untuk identifikasi berbagai hal. Tapi itu berbasisnya dari NMS,” kata Marcelus di Mustika Garden Tamansari Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2).
“Sama kita ada yang namanya Auto Configuration System (ACS). Kita pakai TR-069 namanya. Ada teknologi namanya TR-069 untuk bisa deteksi macem-macem hal di perangkat-perangkat yang ada. Sampai perangkat di rumah misalnya ada gangguan atau apa kita bisa lihat,” imbuhnya.
Marcelus juga menjelaskan bahwa kawasan hunian tersebut menggunakan teknologi Fiber To The Home (FTTH) yang merupakan teknologi jaringan internet yang menggunakan kabel serat optik langsung ke rumah yang dipadukan dengan XG-PON, teknologi transmisi yang berjalan di atas jaringan FTTH.
“Jadi XG-PON sendiri bisa sampai kapasitasnya 10 GB saja. Karena akan ada banyak macam teknologi. Untuk akses backbone, kita menggunakan DWDM, MPLS, dan juga Metro. Untuk DWDM kita sudah menggunakan sekarang ini dengan per sinar itu 800 GB,” jelas dia.
Menurutnya, dengan teknologi ini kecepatan akses internet tak menjadi masalah. Sebab, satu kabel saja bisa mengirimkan beberapa sinar sekaligus.
“Total satu kabel itu sekarang sudah bisa sampai 30 TB satu core itu. Kalau per rumah kita biasanya digunakan peralatan lain, yaitu XG-PON. Itu XG-PON bisa sampai 10 GB,” tukas dia.
Dari sisi pengembang, CEO Mustikaland Development, David Sudjana, menyampaikan bahwa kerja sama dengan FiberStar pada hunian ini termasuk pada komitmen perusahaan dalam menghadirkan hunian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Menurutnya, Mustikaland tak hanya membangun rumah secara fisik, melainkan juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung gaya hidup digital, termasuk konektivitas internet yang andal.
“Kerja sama dengan FiberStar dan CBN memperkuat nilai tambah proyek-proyek kami, sekaligus memastikan penghuni dapat menikmati pengalaman tinggal yang lebih nyaman dan terhubung,” ungkapnya.
Seiring masuknya layanan FiberStar ke kawasan tersebut, nilai tambah hunian tidak lagi hanya terletak pada akses internet berkecepatan tinggi, tetapi juga pada potensi peningkatan daya saing properti di pasar.
Ketersediaan jaringan digital yang terintegrasi membuka peluang bagi pengembang untuk menghadirkan konsep hunian berbasis teknologi yang lebih modern dan terhubung.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
