
Pengunjung melintasi instalasi kacamata raksasa dalam pameran teknologi, mencerminkan pergeseran global menuju era kacamata pintar (Bloomberg)
JawaPos.com - Arah perkembangan teknologi global kian bergeser dari komputasi berbasis layar menuju perangkat yang lebih menyatu dengan aktivitas manusia. Salah satu indikator terkuatnya terlihat pada pertumbuhan pasar kacamata pintar (smart glasses), yang menurut proyeksi terbaru HSBC Holdings Plc berpotensi mencapai nilai sekitar USD 200 miliar pada 2040, setara sekitar Rp 3.372 triliun dengan kurs Rp 16.860 per dolar AS.
Proyeksi tersebut mencerminkan perubahan struktural dalam ekosistem teknologi dunia, seiring meningkatnya minat terhadap perangkat yang menggabungkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan realitas tertambah (augmented reality/AR). Dalam konteks ini, kacamata pintar mulai dipandang sebagai kandidat platform komputasi berikutnya setelah ponsel pintar.
Dilansir dari Bloomberg, Kamis (15/1/2026), analis HSBC yang dipimpin Anne-Laure Bismuth menaikkan estimasi ukuran industri ini sekitar sepertiga dibandingkan proyeksi sebelumnya. Penyesuaian tersebut didorong oleh respons awal pasar terhadap kacamata pintar hasil kolaborasi EssilorLuxottica SA dan Meta Platforms Inc., yang dinilai berhasil menunjukkan potensi adopsi luas.
HSBC memperkirakan jumlah pengguna kacamata pintar secara global akan melonjak lebih dari 1.800 persen, dari sekitar 15 juta pengguna pada 2025 menjadi sekitar 289 juta pengguna pada akhir dekade berikutnya. Lonjakan ini dipandang sebagai sinyal bahwa teknologi tersebut mulai bergerak dari tahap awal pengenalan menuju fase adopsi massal.
Dalam catatan risetnya, Bismuth menegaskan bahwa meningkatnya persaingan justru mempercepat pertumbuhan pasar. "Semakin ketat persaingan, semakin besar peluang pasar ini mencapai skala kritis dan menarik investasi riset serta pengembangan yang menguntungkan seluruh pelaku industri," tulisnya.
Momentum tersebut tercermin dari langkah Meta dan EssilorLuxottica yang tengah membahas kemungkinan menggandakan kapasitas produksi kacamata pintar Ray-Ban Meta berbasis AI hingga akhir tahun ini. Langkah ini bertujuan menangkap permintaan yang terus meningkat sekaligus mengantisipasi masuknya pesaing baru, sebagaimana dilaporkan Bloomberg News.
Perkembangan ini menandai pergeseran strategi Meta di sektor perangkat keras. Setelah bertahun-tahun berinvestasi besar melalui divisi Reality Labs yang berfokus pada realitas virtual, perusahaan kini memosisikan kacamata pintar sebagai jalur pertumbuhan baru di luar bisnis media sosial. Permintaan yang kuat terhadap Ray-Ban Meta bahkan mendorong perusahaan memprioritaskan ekspansi produksi di pasar Amerika Serikat.
Atas dasar proyeksi tersebut, HSBC tetap mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham Meta, dengan penilaian bahwa perusahaan tersebut memiliki posisi strategis dalam membangun platform komputasi kacamata pintar serta mengintegrasikan layanan digitalnya dengan perangkat keras kelas atas. Bank tersebut juga memperkirakan raksasa teknologi lain seperti Apple, Samsung Electronics, dan Amazon akan memasuki pasar ini pada 2026–2027.
Di luar Meta, pergerakan serupa juga terlihat di berbagai pusat teknologi global. Apple dilaporkan tengah mengembangkan kacamata pintar berlayar, sementara produsen teknologi dari kawasan Tiongkok memperluas portofolio kacamata berbasis AI sebagai bagian dari persaingan industri yang semakin global.
Dengan proyeksi pertumbuhan yang agresif dan masuknya pemain-pemain utama dunia, kacamata pintar kini dipandang bukan sekadar produk gaya hidup, melainkan simbol pergeseran global menuju era baru komputasi yang lebih personal, terintegrasi, dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
