Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 04.20 WIB

Waspadalah! Rilis iPhone 17 Diserbu Penipuan Canggih Berkedok Situs Resmi dan Hadiah Gratis

Tampilan iPhone 17. (Apple Newsroom) - Image

Tampilan iPhone 17. (Apple Newsroom)

JawaPos.com - Setiap kali Apple meluncurkan iPhone baru, antusiasme konsumen selalu memuncak. Sayangnya, euforia ini juga jadi lahan empuk bagi penjahat siber. 

Kaspersky baru-baru ini melaporkan lonjakan penipuan yang sengaja memanfaatkan momen rilis iPhone 17, mulai dari situs palsu, lotere bohong, hingga program 'tester' fiktif.

Salah satu modus yang paling berbahaya adalah situs tiruan yang dibuat mirip dengan toko resmi Apple. Dengan iming-iming 'pra-pemesanan iPhone 17 sebelum kehabisan stok', pengguna diarahkan untuk membayar. Namun, alih-alih mendapat ponsel, data kartu bank justru dicuri.

Penipu juga memancing korban lewat undian palsu yang menjanjikan hadiah iPhone gratis. Syaratnya tampak sederhana: isi survei, berikan alamat email dan nomor telepon, lalu bayar ongkos kirim. 

Untuk meyakinkan calon korban, mereka bahkan menampilkan testimoni palsu yang seolah-olah datang dari “pemenang” sebelumnya. 

Ada pula program loyalitas hingga tawaran eksklusif menjadi 'tester' iPhone baru yang ujung-ujungnya hanya menjerat pengguna agar membagikan detail kontak, alamat, serta membuka peluang spam dan phishing berkelanjutan.

“Penjahat siber memanfaatkan kegembiraan peluncuran produk besar, mengubah antusiasme konsumen menjadi pintu masuk bagi pencurian data. Kini taktik mereka jauh lebih canggih, dengan situs yang tampak sangat meyakinkan. Karena itu, verifikasi lebih penting daripada sikap impulsif,” jelas Tatyana Shcherbakova, Analis Konten Web Kaspersky.

Untuk tetap aman, Kaspersky menyarankan agar konsumen hanya membeli iPhone 17 dari sumber resmi, seperti situs Apple atau peritel terpercaya, dan selalu mencermati alamat URL sebelum memasukkan data. 

Tawaran yang datang tiba-tiba lewat email, SMS, atau iklan dengan iming-iming hadiah sebaiknya langsung diabaikan. Kontes resmi jarang sekali meminta data sensitif di awal, sehingga permintaan detail kartu atau alamat pribadi adalah tanda bahaya. 

Selain itu, pengguna juga dianjurkan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada ID Apple maupun aplikasi keuangan, serta rutin memantau laporan akun untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Dengan maraknya modus penipuan berbasis hype gadget, kewaspadaan menjadi kunci. Antusiasme membeli iPhone terbaru sebaiknya tidak membuat konsumen kehilangan akal sehat—karena satu klik ceroboh bisa berujung pada hilangnya data dan uang.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore