Konferensi Google I/O Developer yang dipimpin oleh Sundar Pichai (Dok. 9to5Google)
JawaPos.com - Perkembangan AI yang kian pesat kini telah menjadi pisau bermata dua. Segudang fitur baru menjanjikan kemudahan, tetapi di baliknya terselip kekhawatiran yang berpotensi menjadi bumerang.
Salah satunya, Google baru-baru ini memperbarui fungsi memori pada AI andalannya, Gemini. Aplikasi tersebut kini mampu mengingat secara otomatis seluruh percakapan dan mengenal pengguna secara lebih personal. Pembaruan ini dianggap sebagai upaya untuk menandingi ChatGPT, yang lebih dulu memiliki fitur serupa.
Fitur baru ini tersedia di Gemini 2.5 Pro. Semula hanya diperuntukkan bagi pengguna berbayar, kini Google memperluas fitur tersebut untuk semua pengguna Gemini. Namun, akankah langkah personalisasi ini menjadi ancaman bagi privasi pengguna?
Michael Siliski, selaku Direktur Manajemen Produk Google, menyatakan bahwa pembaruan ini ditujukan untuk membuat Gemini lebih personal, proaktif, serta mampu menyesuaikan jawaban berdasarkan riwayat percakapan pengguna.
"Kami memperkenalkan pengaturan baru yang memungkinkan Gemini belajar dari percakapan Anda sebelumnya… (untuk) mengingat detail dan preferensi penting yang pernah dibagikan, sehingga dapat menghadirkan percakapan yang lebih natural dan relevan, seolah sedang berkolaborasi dengan rekan yang sudah berpengalaman," tulisnya melalui blog resmi Google.
Misalnya, ketika pengguna pernah membicarakan suatu topik, termasuk data pribadi, Gemini AI akan mengingat detail percakapan itu dan menyesuaikan responsnya tanpa perlu penjelasan ulang.
Meski dimaksudkan agar Gemini lebih mengenal penggunanya, kecanggihan fitur ini juga menuai kritik. TechRadar, sebuah publikasi daring yang membahas seputar teknologi, menilai langkah Google tersebut bukan semata demi kenyamanan, melainkan haus data pengguna.
Menyadari akan kekhawatiran itu, Google melengkapi pembaruan memori otomatis ini dengan kontrol penuh untuk pengguna agar bisa mematikan fitur kapan saja. Sehingga perlu dicatat, walau fitur ini tetap aktif secara default, kendali tetap berada sepenuhnya di tangan pengguna.
Hal ini sejalan dengan visi Google yang ditegaskan oleh Siliski bahwa "kepercayaan dicapai oleh transparansi dan kendali", sehingga penting bagi Google untuk menyediakan alat bagi pengguna yang dapat mengatur data mereka sendiri.
Untuk mengendalikan memori otomatis, Google meluncurkan fitur Temporary Chat untuk memungkinkan pengguna melakukan percakapan tanpa jejak histori. Mode ini dirancang untuk situasi sensitif, seperti mengirim data pribadi, baik berupa tulisan, foto, maupun dokumen yang tidak ingin diingat oleh AI.
Siliski menerangkan, "Temporary Chat tidak akan muncul di obrolan terbaru Anda atau Gemini Apps Activity, dan tidak akan digunakan untuk mempersonalisasi pengalaman Gemini atau melatih model AI Google. Chat ini hanya disimpan hingga 72 jam untuk merespons dan memproses masukan yang diberikan."
Untuk menggunakan Temporary Chat, pengguna cukup memilih opsi Start a temporary chat dari daftar percakapan di Gemini. Fitur ini sudah bisa digunakan sejak 13 Agustus 2025.
Pembaruan pada fitur Google Gemini ini mengingatkan bahwa AI dan teknologi lainnya bisa membawa sisi positif maupun negatif. Semua kembali pada bagaimana penggunanya memanfaatkan. Literasi digital adalah kunci agar kita bisa menjadi pengguna yang bijak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
