
Logo Huawei.
JawaPos.com - HiSilicon Technologies milik Huawei dilaporkan tengah membuat prosesor terbaru yang akan memiliki nama Kirin 710. Perangkat itu digadang-gadang siap menjadi head to head dari Qualcomm Snapdragon 710 yang tak lain merupakan kompetitornya untuk pasar System on Chip (SoC).
Menurut sebuah laporan, sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Gizmochina, Selasa (12/6), Kirin 710 kemungkinan akan hadir pada Juli mendatang. Kirin 710 juga bakal menjadi penantang Snapdragon 710 yang menjadi chipset untuk produk kelas menengah ke bawah.
Prosesor Kirin 710 akan menjadi upgrade dari CPU pendahulunya yakni Kirin 659 dan akan hadir dengan arsitektur chipset Huawei sendiri berdasarkan pada Cortex A73 CPU. Kirin 710 dilaporkan dirancang menggunakan teknologi arsitektur 12nm di Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
Sebagai perbandingan, chipset Snapdragon 710 dari Qualcomm dibangun menggunakan node 10nm di Samsung Electronics. Chipset besutan Qualcomm itu juga kabarnya dibekali dengan fitur mesin learning alias kecerdasan buatan (AI) multi-core dan kemampuan pemrosesan jaringan saraf untuk memberikan umpan balik yang cepat dan cerdas kepada penggunanya.
Chipset tersebut mencakup dua core Kryo 360 Cortex A75 clock pada kecepatan 2.2 GHz dan enam core Kryo 360 Cortex A55 yang menawarkan kecepatan pemrosesan 1.7 GHz. Prosesor octa-core itu dipasangkan dengan grafis Adreno 616 yang menjanjikan 35 persen render grafis yang lebih baik.
Ada beberapa smartphone yang hadir dengan dukungan prosesor Snapdragon 710. Xiaomi baru-baru ini meluncurkan Mi 8 SE dan Vivo menggunakan chipset yang sama untuk smartphone Vivo NEX yang akan datang. Selanjutnya, perusahaan seperti HMD Global (Nokia) dan Google juga dikatakan bekerja pada telepon yang didukung Snapdragon 710.
Meskipun tidak banyak informasi yang diketahui tentang chipset yang akan datang ini, model pertama yang menggunakan Kirin 710 kemungkinan adalah Huawei Nova 3 (yang diberi nama kode Paris) atau Huawei P20 Lite. Smartphone ini diharapkan akan diluncurkan pada Juli. Smartphone tersebut akan menampilkan aspek rasio layar 19,5:9 dan set-up dual kamera.
Soal ponsel kelas menengah ke bawah sendiri, belakangan memang banyak yang hadir mengadopsi teknologi yang umumnya hadir pada ponsel flagship papan atas. Sebut saja Qualcomm Snapdragon dari seri 636. Pada beberapa kesempatan Qualcomm acap kali mengklaim bahwa chipset tersebut kendati menyasar kelas yang lebih ekonomis, namun membawa banyak fitur flagship seperti yang ada pada seri 800.
Gampangnya, konsumen akan bisa merasakan fitur ponsel flagship pada ponsel kelas ekonomis. Jadi apakah hadirnya Kirin 710 akan berpengaruh pada produk-produk selanjutnya seperti adopsi fitur flagship di produk ekonomis juga? Kita nantikan saja.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
