
Diskusi terkait AI dan dampaknya sebagai tren global. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com-Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hadir dengan kecepatan penuh, mendisrupsi banyak hal yang sebelumnya tidak kita bayangkan. Kaget? Jelas, buat yang nggak siap, AI bisa jadi ancaman.
Namun demikian, banyak yang meyakini kalau AI membuka banyak peluang baru.
Sejumlah pelaku industri telekomunikasi dan teknologi mengemukakan sejumlah dampak pemanfaatan AI.
Melalui diskusi Capitalizing On The AI Revolution yang digelar Selular, sejumlah ahli telekomunikasi dan teknologi mengungkapkan manfaat AI dan dampaknya bagi bisnis mereka.
Ronni Nurmal, Director & Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia mengemukakan jika pemanfaatan AI sangat berdampak kepada Ericsson.
"Seperti kita ketahui, belakangan ini ada kenaikan penggunaan AI, dan bagi Ericsson telah memanfaatkan AI untuk sisi operasional maupun dari sisi bisnis kami," ujar Ronni pada diskusi yang digelar pada Senin (26/5) malam.
Hal senada juga Chief Enterprise Business Officer XLSmart for Business, Feby Sallyanto. Dia mengatakan ada enam dampak yang perusahaannya alami usai mengadopsi AI.
"Manfaat AI di XLSmart yakni efisiensi tim penjualan, strategi marketing yang lebih cerdas, enchance home productivity. Selain itu, juga penguatan produk enterprise fiber to the X, AI Led network dicision, hingga produktivitas SDM," ujar Feby.
Sementara itu, Trihan Marsudi selaku GM Network Digitalization and Analytic Platform Telkomsel menjelaskan jika perlu adanya AI untuk mengontrol produk hingga membantu para pelanggan.
"Pelanggan kami yang lebih dari 150 juta tentu sangat sulit jika harus dipantau secara manual. Kini dengan bantuan AI, Telkomsel bisa cepat memantau jaringan hingga perbaikan yang cepat jika ada masalah," jelas Trihan Marsudi.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Aju Widya Sari yang menjadi pembicara kunci mengatakan kecerdasan buatan atau AI berpotensi secara signifikan meningkatkan efisiensi.
Selain itu, AI juga diyakini mampu menunjang produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat sehingga berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia termasuk transformasi pada industri.
"Pertanyaan yang timbul saat ini bukan lagi apakah kita akan memanfaatkan AI, melainkan sejauh mana kita bisa memaksimalkan potensi AI secara inklusi dan strategis," ujar Aju.
Aju menambahkan, industri yang saat ini diproyeksikan akan mendapatkan manfaat paling besar dari revolusi AI mencakup sektor kesehatan melalui diagnosa berbasis AI, pengembangan obat lebih cepat, dan telemedicine yang dipersonalisasi, sektor pertanian melalui pemanfaatan hasil panen, prediksi cuaca, dan otomatisasi irigasi berbasis data.
"Di sisi lain, kami juga ingin membuat regulasi AI yang mampu melindungi semua pihak dari bahayanya kejahatan siber hingga pencurian data," tandas Aju Widya Sari.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
