
Ilustrasi AI menganalisis bias di berita online (Dok. Unsplash)
JawaPos.com - Studi baru yang diterbitkan di PLOS One memperkenalkan metode berskala besar untuk mendeteksi bias politik dalam media berita daring menggunakan kecerdasan buatan.
Dengan menganalisis ratusan ribu artikel, para peneliti mengembangkan model yang mampu memprediksi kecenderungan politik suatu media dan menjelaskan alasan di balik klasifikasinya.
Mengutip dari laman Psypost.org, proyek ini berawal dari tesis magister Ronja Thelen-Rönnback, mahasiswa doktoral di Tilburg University.
"Saya ingin menerapkan keahlian teknis saya untuk menganalisis isu penting bagi masyarakat," ujarnya.
Lalu, bagaimana cara AI mengungkap bias di media daring? Berikut penjelasannya.
AI Tinjau Tema dan Gaya Peliputan, Bukan Sekadar Pilihan Kata
Berbeda dari pendekatan yang hanya fokus pada kata-kata bernuansa atau tajuk berita, pada penelitian ini, tim peneliti juga memperhatikan tema artikel, frekuensi pemberitaan, panjang tulisan, bahkan penggunaan gambar.
Data diperoleh dari Global Database of Events, Language, and Tone (GDELT), yang memantau ribuan media berita global.
Artikel diberi label tematik seperti kriminalitas, imigrasi, dan perubahan iklim, serta metadata seperti nada, jumlah kata, dan kehadiran gambar.
Jenis bias yang ditinjau meliputi bias nada (emosional atau netral), bias seleksi (topik yang dipilih atau diabaikan), dan bias ukuran (berapa banyak ruang yang diberikan pada topik tertentu).
Hasilnya, lebih dari 500 tema dan 7.000 fitur per media dianalisis untuk mendeteksi pola bias.
Neural Network Terbukti Paling Akurat Ungkap Arah Politik Media
Untuk menguji seberapa akurat model dalam mendeteksi bias politik media, peneliti menggunakan dua jenis data pembanding.
Pertama, dari Media Bias Fact Check, yaitu penilaian arah politik media oleh para ahli. Kedua, dari perilaku pengguna Twitter, yaitu situs-situs yang sering dibagikan oleh kelompok politik tertentu seperti pendukung partai kiri atau kanan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
