
Ilustrasi: Google Headquarters. (Inc Magazine).
JawaPos.com – Google pada tahun lalu telah menawarkan program pengunduran diri sukarela bagi karyawan di divisi Platforms and Devices. Mencakup tim Android, Pixel, Chrome, dan perangkat wearable.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan mengalokasikan sumber daya ke bidang yang lebih prioritas, terutama kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Keputusan Google untuk menawarkan program ini muncul setelah adanya restrukturisasi besar di dalam perusahaan. Pada awal 2024, Google menggabungkan tim perangkat keras dan Android untuk mempercepat integrasi AI ke dalam produk mereka.
Sebagai bagian dari restrukturisasi ini, perusahaan juga mulai meninjau kembali alokasi tenaga kerja dan biaya operasional.
Mengutip Business Insider, Senior Vice President (SVP) Platforms and Devices Google, Rick Osterloh, menjelaskan bahwa program pengunduran diri sukarela ini bertujuan untuk memastikan bahwa tim yang tersisa benar-benar berkomitmen terhadap misi perusahaan.
Ia menekankan pentingnya membangun produk dengan kecepatan dan efisiensi, mengindikasikan bahwa perusahaan ingin memangkas tenaga kerja di sektor-sektor yang dianggap kurang strategis.
Hingga saat ini, Google belum mengungkapkan detail spesifik mengenai kompensasi yang akan diterima karyawan yang mengajukan pengunduran diri. Laporan dari The Verge menyebutkan bahwa paket pesangon akan disesuaikan dengan masa kerja karyawan.
Program ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi pemutusan hubungan kerja (layoff) di masa mendatang dengan memberikan pilihan bagi karyawan yang ingin keluar secara sukarela.
Sejumlah karyawan menyambut baik adanya opsi ini karena memberikan mereka kesempatan untuk keluar dengan pesangon yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan kemungkinan pemutusan hubungan kerja secara mendadak.
Namun, ada juga kekhawatiran mengenai masa depan divisi Platforms and Devices di Google, terutama mengingat tekanan dari pemegang saham untuk meningkatkan profitabilitas.
Langkah Google ini sejalan dengan pernyataan CFO Alphabet, Anat Ashkenazi, yang menegaskan bahwa efisiensi biaya merupakan prioritas utama perusahaan di tengah investasi besar-besaran dalam AI.
Pengumuman ini juga terjadi di tengah tren pemutusan hubungan kerja massal di berbagai perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Microsoft, dan Meta, yang semuanya melakukan penyesuaian tenaga kerja akibat pergeseran strategi bisnis pasca-pandemi.
Saat ini, program pengunduran diri sukarela ini hanya berlaku untuk tim di bawah Platforms and Devices dan belum diperluas ke divisi lain seperti Search, YouTube, atau Google DeepMind.
Langkah Google ini mencerminkan tren perusahaan semakin selektif dalam mempertahankan tenaga kerja dan mengalokasikan sumber daya ke bidang AI dan komputasi awan (cloud computing).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
